nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Palestina dan Polisi Israel Bentrok di Kompleks Al Aqsa pada Hari Idul Adha

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 11:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 12 18 2090765 warga-palestina-dan-polisi-israel-bentrok-di-kompleks-al-aqsa-pada-hari-idul-adha-KvEn29tQ7F.jpg Foto: AFP.

YERUSALEM – Polisi Israel menembakkan granat suara, gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan warga Palestina selama bentrokan di luar Masjid Al-Aqsa, Yerusalem pada Minggu di mana puluhan ribu umat Muslim berkumpul untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.

Layanan ambulans Palestina mengatakan bahwa sedikitnya 14 warga Palestina dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara radio Israel melaporkan empat polisi terluka dalam kerusuhan tersebut.

Al Jazeera melaporkan, Idul Adha yang dirayakan ribuan umat Muslim di Al Aqsa pada Minggu, jatuh pada hari yang sama dengan Hari Raya Yahudi, Tisha B’Av yang biasanya meningkatkan kunjungan umat Yahudi ke lokasi yang juga menjadi tempat suci mereka itu.

Sejumlah besar warga Palestina telah berkumpul di gerbang kompleks Al Aqsa menyusul laporan bahwa polisi hanya akan mengizinkan pengunjung Yahudi untuk memasuki situs tersebut. Menghadapi polisi di kompleks yang penuh sesak itu di luar Al Aqsa, warga Palestina meneriakkan: "Dengan jiwa dan darah kami, kami akan menebusmu, Aqsa."

"Gerbang itu dibuka, tetapi tidak ada non-Muslim diizinkan masuk. Ada kebuntuan (standoff) besar dan kemudian kami melihat pasukan keamanan bergerak untuk membersihkannya," kata Jurnalis Harry Fawcett kepada Al Jazeera, Senin (12/8/2019).

"Saat itulah kami melihat polisi menggunakan peluru karet, gas air mata dan granat suara," tambahnya.

Larangan masuk bagi peziarah non-Muslim, termasuk Yahudi, tersebut merupakan upaya polisi untuk menghindari perselisihan di dalam situs. Larangan itu dicabut setelah konfrontasi mereda, dan tidak ada kekerasan serius yang dilaporkan.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan mereka telah mengerahkan pasukan di lokasi itu untuk mengantisipasi gangguan dan "membubarkan perusuh". Polisi memperkirakan 60.000 jamaah Muslim memadati situs tersebut.

Hanan Ashrawi, seorang pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menuduh Israel memprovokasi ketegangan agama dan politik di Al Aqsa.

"Penyerbuan kompleks Masjid Al Aqsa oleh pasukan penjajah Israel pagi ini adalah tindakan kecerobohan dan agresi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kompleks Al Aqsa terletak di bagian Yerusalem yang diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dianeksasi dalam tindakan yang tidak diakui secara internasional.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini