JAKARTA - Sebanyak 182 orang meninggal dunia akibat kasus konflik kekerasan yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua yang terjadi sejak 2 Desember 2018 hingga sekarang.
Hal itu disampaikan oleh salah satu tim kemanusiaan, yaitu Theo Hesegem dalam diskusi selaku Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua.
Lebih lanjut, Theo menjelaskan kalau terdapat 2 korban lainnya yang diantaranya satu orang yang masih hidup. Ia sendiri merupakan korban penyiksaam dan mengalami perampasan harta benda.
Sedangkan satu orang lagi, Theo menyebutkan terdapat seorang anak bayi yang disandra. Maka dari itu, pihaknya belum mengetahui apakah anak tersebut masih hidup atau tidak. Namun mereka menduga masih dalam keadaan hidup.
"1 masih hidup, dan 1 diduga masih hidup anak kecil umur 1 tahun. Itu sedang ditahan, itu belum masuk ketagori meninggal, tapi diduga masih hidup," ujar Theo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).