Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diduga Ambil Organ Pasien Secara Ilegal, Enam Staf Rumah Sakit di China Ditahan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 15 Agustus 2019 |13:42 WIB
Diduga Ambil Organ Pasien Secara Ilegal, Enam Staf Rumah Sakit di China Ditahan
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

NANJING - Enam staf medis, termasuk seorang dokter, telah ditangkap pihak berwenang di China karena dicurigai melakukan pengambilan organ secara ilegal dari pasiennya.

Pada Rabu, Thepaper.cn melaporkan bahwa pasien yang dimaksud, Li Ping, telah mengalami mati otak setelah diserang putranya dengan kapak di Provinsi Anhui, tenggara China pada Februari tahun lalu.

Putra Li yang lain, Shi Xianglin, yang juga terluka dalam serangan itu, mengatakan bahwa keluarganya diberitahu bahwa mereka akan diberikan 200.000 yuan (sekira Rp406 juta) dalam bentuk "subsidi pemerintah" jika mereka setuju untuk menyumbangkan organ Li. Pasien itu kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit di Nanjing tempat prosedur pengambilan organ dilakukan.

Tetapi Shi menjadi curiga setelah mengetahui bahwa formulir otorisasi transplantasi belum diisi dengan benar dan menghubungi Pusat Administrasi Donasi Organ China.

Dia mengatakan bahwa Kepala Unit Perawatan Intensif Huaiyan, Yang Suxun, menginformasikan kepada keluarganya bahwa dia telah mengajukan "subsidi tingkat tertinggi" dari pemerintah. Tetapi staf dari Palang Merah, yang membantu menjalankan pusat donor organ, mengatakan kepadanya bahwa pemerintah tidak membayar sumbangan.

"Donasi organ gratis. Tidak mungkin membayar ratusan ribu yuan sebagai kompensasi kepada keluarga donor," kata Pimpinan Cabang Palang Merah Huaiyuan, Li Hu sebagaimana dilansir South China Morning Post, Kamis (15/8/2019).

Shi melaporkan kecurigaannya kepada otoritas kesehatan setempat pada Juni tahun lalu dan penyelidikan mulai dilakukan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement