nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Karhutla, Warga Jambi Mulai Waspada Kabut Asap

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 16 340 2092684 marak-karhutla-warga-jambi-mulai-waspada-kabut-asap-KL3uoM30nK.jpg Ilustrasi Warga Terdampak Kabut Asap (foto: Okezone)

JAMBI - Suasana Kota Jambi, Jumat (16/8/2019) pagi berbeda dari hari sebelumnya. Betapa tidak, Kota Jambi sudah mulai dikepung asap yang diduga akibat kebakaran lahan.

Akibatnya, warga sudah mulai mengeluhkan kondisi kesehatan lantaran sudah mulai terganggu saat aktivitas di luar rumah. Eko, salah seorang warga Kota Jambi mengaku, terdampak akibat adanya asap yang mulai menyelimuti Kota Jambi.

Baca Juga: Polisi Kembali Tangkap 2 Pembakar Lahan di Jambi 

"Pagi ini, Kota Jambi sudah diselimuti asap. Bahkan, sudah terbatuk-batuk dibuatnya," kata Eko, Jumat (16/8/2019).

TNI padamkan kebakaran hutan di Jambi (istimewa)	 

Tidak itu saja, debu yang bercampur dengan asap akibat lahan terbakar sangat berbahaya. Pasalnya kalau terhirup dan masuk ke paru-paru akan bahaya.

Dia berharap, kepada pihak terkait untuk segera mengambil sikap tegas guna mengantisipasi kejadian yang lebih bahaya lagi.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Jambi, Ardi, mengaku kategori udara di Kota Jambi berada dalam kondisi sedang, bagi makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan dan hewan masih bisa beraktivitas di luar ruangan.

Ini berdasarkan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi, dan sekitarnya sudah berada dalam kondisi sedang yang tercatat dalam peralatan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Kamis kemarin.

Menurutnya, tingkat ISPU Kota Jambi parameter tertingginya menyentuh kategori sedang dengan penyebab paling dominan disebabkan oleh gas Sulfur Monoksida (SO2). Selain dari emisi kendaraan, gas tersebut juga dapat dihasilkan melalui pembakaran dengan bentuk kabut ataupun asap.

Baca Juga: Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar 

“Dalam beberapa hari ini memang terjadi peningkatan aktivitas pencemaran udara yang disebabkan oleh asap tersebut. Terutama pada malam hari, kita minta untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan," ujar Ardi.

Dia melihat, asap yang terjadi di Kota Jambi adalah asap kiriman. "Kita akan berkoordinasi sumbernya darimana dan melihat pergerakan arah angin,” tegasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini