nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Militer China Berlatih Menggunakan Garpu Listrik untuk Atasi Pedemo

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 17 Agustus 2019 12:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 17 18 2093180 militer-china-berlatih-menggunakan-garpu-listrik-untuk-atasi-pedemo-MO8VYYRaot.jpg Militer China berlatih mengatasi pengunjuk rasa menggunakan senjata garpu listrik. Foto/AFP

SHENZEN – Militer China terlihat berlatih menggunakan perangkat garpu raksasa yang bertujuan untuk mengendalikan unjuk rasa yang berujung rusuh.

Mengutip Mirror, Sabtu (17/8/2019) senjata tersebut diyakini bisa melancarkan listrik dalam upaya untuk meredam segala ancaman.

Alat itu memiliki tiang sekira 2,4 meter dengan bagian ujungnya berbentuk U. Sejumlah foto menunjukkan personel militer China sedang menggunakan alat itu dalam simulasi latihan menghadapi unjuk rasa.

Foto/AFP

Baca juga: China Tidak Akan Duduk Manis jika Situasi Hong Kong Memburuk

Baca juga: Trump Yakin Presiden China Xi Jinping Bisa Selesaikan Masalah Hong Kong dengan Manusiawi

Amnesty International mengatakan berbagai macam senjata kejut listrik termasuk senjata kejut sengatan listrik, pentungan setrum dan perisai setrum telah dikembangkan, diperdagangkan dan digunakan oleh polisi dan pasukan keamanan di seluruh dunia.

"Penggunaan senjata semacam itu menghasilkan rasa sakit yang hebat,” kata organisasi tersebut dalam pernyataannya.

Foto/Reuters

Mereka menambahkan alat kejut listrik mampu membuat rasa sakit yang luar biasa, termasuk ke bagian tubuh seseorang yang sangat sensitif tanpa meninggalkan bekas fisik. “Menjadikannya alat ini sangat disukai.”

Baca juga: China Sebut Aksi Pedemo di Bandara Hong Kong seperti Teroris

Amnesty menambahkan bahwa pihaknya memiliki informasi bahwa lebih dari 200 garpu listrik dijual ke Biro Keamanan Umum Distrik Linhe China pada 2014.

10 Menit

Militer China menyatakan bahwa mereka dapat mencapai Hong Kong hanya dalam sepuluh menit untuk meredam aksi aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang telah melakukan unjuk rasa selama lebih dari dua bulan.

Foto/Google Map

Ratusan tank dikumpulkan di dalam stadion Silkworm di Kota Shenzen yang hanya berjarak 56 kilometer dari Hong Kong, memicu kekhawatiran akan tindakan militer.

Foto/Reuters

Para pasukan yang ditempatkan adalah paramiliter Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Selama beberapa hari terakhir, media pemerintah China juga telah mengeluarkan gambar dan video personel militer dan kendaraan lapis baja.

Citra satelit telah menunjukkan sekitar 500 kendaraan, termasuk dua meriam air di stadion tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini