nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Direstui Pacaran, Mahasiswa Yogyakarta Sebar Video Mesumnya ke Keluarga Mantan

Kuntadi, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 18:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 510 2093939 tidak-direstui-pacaran-mahasiswa-yogyakarta-sebar-video-mesumnya-ke-keluarga-mantan-KkH4fRw8ve.jpg Ilustrasi

SLEMAN - Seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Yogyakarta, JAZ (24) ditangkap petugas reskrim Polda DIY, lantaran diduga menyebarkan puluhan video dan foto porno. Kini mahasiswa yang aktif dalam kegiatan di kampus ini terancam UU ITE.

Kabid Humas Polda DIY Kombespol Yulianto mengatakan tersangka ini ditangkap pada pertengahan bulan Juli lalu. Setelah korban BCH melaporkan tersangka ke polisi pada awal Juli.

"Penangkapan di sekitar kampus," jelas Yulianto dalam keterangan di Mapolda DIY Senin (19/8/2019).

Kasubdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Yulianto Budi Waskito mengatakan antara korban dan pelaku ini sudah saling mengenal. Bahkan sejak 2017 keduanya berpacaran. Pelaku yang berasal dari Kudus Jawa Tengah ini sakit hati kepada korban, setelah keluarga korban tidak merestui hubungan keduanya. Bahkan niatan pelaku ubtuk menikahi juga tidak mendapatkan restu.

Lantaran sakit hati ini, pelaku nekat menyebar foto dan video dia bersama korban yang melakukan hubungan seks. Keduanya kerap mengabadikan itu menggunakan kamera handphone pribadinya. Sehingga dokumen yang dimiliki tersangka ini dikirimkan melalui media sosial kepada teman-teman korban dan keluarga korban yang berada di Bengkulu.

Ilustrasi

"Ada beberapa foto dan video yang durasinya mulai 15 detik hingga 56 detik," jelasnya.

Aksi penyebaran foto dan video ini dilakukan sejak awal bulan Juli. Hingga akhirnya korban dan keluarganya mengetahuinya. Mereka akhirnya melaporkan ke Polisi pada 9 Juli silam. Hanya berselang enam hari, tersangka bisa diamankan di sekitar kampus.

"Motifnya pelaku sakit hati karena biat untuk menikahi tidak direstui. Kemudian menyebar foto dan video," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan diherat dengan Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukunan maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini