nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Karhutla, Gubernur Kalbar Copot Kepala Pengelola Hutan Kubu Raya

Dina Prihatini, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 00:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 340 2094070 dampak-karhutla-gubernur-kalbar-copot-kepala-pengelola-hutan-kubu-raya-IgVKQIyngk.jpg Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Ist)

PONTIANAK – Komitmen Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji terkait oknum serta perusahaan dan pihak terkait yang membakar dengan sengaja hutan hingga menimbulkan asap pekat kemudian mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat ditunjukkan dengan memecat Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kubu Raya. Kabupaten Kubu Raya sendiri merupakan kawasan yang banyak terjadi kebakaran Hutan, selain di Ketapang, Sanggau, dan Sintang.

Orang nomor 1 di Kalbar ini mengatakan sudah menandatangani surat keputusan pencopotan. "SK Pencopotan KPH Kubur Raya sudah ditandatangani karena kebakaran di daerah Rasau," ungkap Sutarmidji, Senin 19 Agustus 2019.

Baca juga: Asap yang Menyelimuti Kota Jambi Kiriman dari Musi Banyuasin 

Bang Midji –sapaan akrabnya– menjelaskan bahwa sepanjang kewenangan gubernur maka seluruh pihak yang dianggap melanggar aturan, terutama penyebab kebakaran hutan, akan ditindak. "Sudah kita copot kepala pengelola hutan, nanti akan ada tindakan. Sepanjang yang menjadi kewenangan gubernur, saya akan lakukan," tegasnya.

Ia juga menanggapi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhuta) yang disebut menghanguskan hingga 81 hektare di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, Kalbar.

"Bupati Ketapang supaya sigap dalam menyikapi permasalahan ini, karena Ketapang paling banyak titik apinya," tegas Sutarmidji.

Kebakaran lahan terjadi sejak Kamis lalu di lima titik berbeda secara sekaligus. "Saya akan tegas kalau itu konsesi perkebunan atau HTI, saya akan langsung suruh segel, tidak boleh dimanfaatkan selama lima tahun," tegasnya.

Baca juga: 15 Hektare Lahan di Gunung Arjuno Terbakar 

Terkait akan hal tersebut, Sutarmidji kembali menegaskan bahwa bila perlu dicabut izin yang bersangkutan.

"Cabut saja izinya. Kalau itu bilang masyarakat mau tanam masak bakar lahan di atas 11 hektare. Tidak gampang madamkannya, perlu empat heli yang sudah disiapkan di sana. Saya pastikan jangan main-main, akan saya tindak tegas," paparnya.

Menurut Sutarmidji, di Kalbar saat ini ada 10 perusahaan yang disegel dan kemungkinan bertambah. "Saya sudah beri tahu bupatinya untuk disikapi betul karena Ketapang paling banyak titik apinya. Selain di Ketapang, juga di Sintang dan Sanggau," terangnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini