nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Suriname Minati Pelatih Pencak Silat dan Bulutangkis Indonesia

Rabu 21 Agustus 2019 18:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 21 1 2094925 pemerintah-suriname-minati-pelatih-pencak-silat-dan-bulutangkis-indonesia-4gQUsEIXIt.jpg

PARAMARIBO – Pemerintah Suriname berupaya mengembangkan olahraga pencak silat dengan cara memasukkannya ke dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah-sekolah. Untuk mendukung upaya tersebut, Indonesia diminta untuk mengirimkan pelatih terbaik.

''Hari ini (Rombongan Delegasi DPR RI-red) ketemu dengan Menpora, Mendikbud dan Menlu Suriname. Khusus Menteri Olahraga Suriname, beliau minta pelatih pencak silat untuk kegiatan ekstrakulikuker,'' kata Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto di Ibu Kota Suriname, Paramaribo, Selasa (20/8/2019).

Selain itu Suriname juga meminta Indonesia mengirimkan pelatih terbaik untuk bulutangkis. Permintaan itu muncul karena Suriname menilai Indonesia sangat berprestasi di cabang ini.

''Selain itu mereka juga minta pelatih badminton. Karena di benua Amerika ini kan ada pekan American Games, seperti Asian Games di kita. Dan cabang badminton dimasukkan ke dalam cabang yang dipertandingkan. Itulah kenapa mereka minta pelatih untuk kedua hal itu,'' ujar Utut.

Menurut Utut, Indonesia harus bisa mengabulkan permintaan ini. Selain ini untuk memperkuat hubungan kedua bangsa, juga untuk menunjukkan Indonesia sebagai kiblat pencak silat dan bulutangkis.

Secara khusus Utut memang melakukan pertemuan dengan jajaran Kemendikbu Suriname. Dalam pertemuan itu, Indonesia juga diminta memperbanyak penerima Darmasiswa. Darmasiswa adalah beasiswa yang diberikan Indonesia kepada pelajar asing untuk mempelajari bahasa, seni, dan budaya Indonesia.

''Untuk Mendikbud ada keinginan meminta diperbanyaknya darmasiswa, pertukaran antara siswa dari suriname, juga orang Indonesia ke sini (Suriname). Itu tentu akan kita teruskan ke Pak Menteri Kebudayaan,'' kata Utut.

Pada kesempatan itu, Mendikbud Suriname juga menyatakan kekagumannya dengan pendidikan Indonesia. Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang hampir 520 kali lipat lebih banyak dari Suriname, Indonesia bisa mendidik bangsa.

Lebih lanjut Utut menjelaskan bahwa Indonesia dan Suriname mempunyai ikatan persaudaraan yang kuat. Namun untuk menjalin hubungan bisnis terkendala jarak yang jauh.

''Dan kebetulan juga penduduknya yang relatif sedikit, sehingga kita menganggap untuk bisnis ini bukan pasar yang potensial. Tetapi kalau menurut hemat saya di sini peluang untuk investasi. Peluang untuk mengembangkan usaha masih sangat terbuka lebar. Bayangkan dengan jumlah penduduk yang kurang dari 600 ribu jiwa, luas wilayahnya sama dengan pulau jawa, bahkan hutannya masih 97%. Jadi ini salah satu yang sebetulnya potensi yang dahsyat kalau kita bisa manfaatkan dalam hal positif,'' urai Utut lagi. (Adv)

(abp.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini