nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Bisa Sapu Bersih Pangkalan Militer Amerika Serikat jika Terjadi Perang di Pasifik

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 18 2094758 china-bisa-sapu-bersih-pangkalan-militer-amerika-serikat-jika-terjadi-perang-di-pasifik-b2gNbGjF3i.jpg Rudal milik China. Foto/Reuters

SYDNEY - Peneliti Australia mengeluarkan laporan baru yang mengklaim bahwa rudal balistik China dapat menyapu bersih pangkalan militer Amerika Serikat (AS) beberapa jam jika perang meletus di Pasifik Barat.

Laporan setebal 104 halaman ini diterbitkan oleh Pusat Studi Amerika Serikat di Universitas Sydney, di mana mereka menganalisis strategi dan pengeluaran militer AS serta aliansi di wilayah tersebut.

Beberapa ahli militer China masih percaya bahwa Amerika Serikat adalah kekuatan superior di wilayah Pasifik.

Penulis utama laporan itu, Ashley Townshend mengutip SCMP, Rabu (21/8/2019) mengatakan kepada This Week in Asia bahwa keseimbangan kekuasaan di kawasan itu harus menjadi perhatian semua negara Asia, termasuk mereka yang berusaha mempertahankan hubungan baik dengan kedua negara adidaya.

Ia menyampaikan hal itu perlu untuk mencegah China menggunakan kebijakan luar negeri yang agresif.

Foto/Reuters

Laporan tersebut secara akurat menyatakan bahwa China membuat kemajuan teknologi yang pesat.

China juga diperkirakan akan menugaskan kapal induk kedua, yang merupakan kapal induk tipe 001A.

Armada AS memiliki 11 kapal induk bertenaga nuklir sehingga prospek China melampaui Amerika Serikat untuk supremasi militer sangat kecil.

Laporan yang diluncurkan secara resmi pada Senin itu mengatakan "peningkatan persenjataan rudal jarak jauh milik China merupakan ancaman bagi hampir semua pangkalan, sekutu dan pangkalan rekanan Amerika, landasan terbang, pelabuhan dan instalasi militer di Pasifik Barat".

Foto/Reuters

Laporan menunjukkan bahwa China dapat mengerahkan rudal sebelum bala bantuan AS tiba, memberi China keuntungan besar pada awal pertempuran.

"Karena fasilitas-fasilitas ini dapat dianggap tidak berguna dengan serangan presisi pada jam-jam awal konflik," isi laporan tersebut.

Laporan juga mendesak sekutu AS dan seperti Australia dan Jepang untuk merombak investasi militer dan rencana militer mereka.

China memiliki rudal pembunuh DF-21D, yang dapat menghantam kapal induk AS yang bergerak pada jarak hingga 1.500 km.

Rudal tersebut adalah rudal balistik konvensional yang mampu menyerang Singapura dan kepentingan besar Amerika lainnya di Korea Selatan dan Jepang.

(fzy)

Berita Terkait

Amerika Serikat

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini