"Agustus hampir selesai, tinggal September. Titik api fluktuatif, naik turun. Sudah melebihi jumlah titik api yang kita hadapi di tahun 2018. Berati butuh keseriusan kita untuk bagaimana titik api itu kita tekan sampai puncak kemarau berakhir," tambah Wiranto.
Angka karhutla tahun 2019 terbilang tinggi sejak 2015 lalu. Di mana titik api sebanyak hampir 1.000. Tercatat 37 helikopter dikerahkan untuk memadamkan api dengan kekuatan 9.027 personel.
Wiranto menegaskan, Rakorsus Karhutla ini fokus mencari solusi agar api agar tidak kembali meluas. Sebab, karhutla terjadi atas ulah manusia bukan merupakan faktor alam. Oleh karenanya, ia ingin Satgas Karhutla bisa mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan di Tanah Air.
"Karena itu kita harus lebih fokus pada bagaimana menangani ulah manusia ini supaya tak menyebabkan kebakaran hutan dan lahan," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.