nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Lecehkan Wanita Muda, Wakil Ketua DPRD Sulut Dipolisikan

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 21:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 26 340 2096884 diduga-lecehkan-wanita-muda-wakil-ketua-dprd-sulut-dipolisikan-4PSHUAARFL.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

TOMOHON - Seorang oknum wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, berinisial MM dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berinisial ES (30), warga Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, pada Sabtu 24 Agustus 2019.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait melalui Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Yulianus Samberi mengatakan, sesuai laporan korban peristiwa itu terjadi di depan toko roti, Talete Tomohon Tengah pada hari Sabtu, 25 Agustus 2019.

"Saat itu korban bersama sopir memarkir kendaraan di muka toko roti, hendak membeli roti," ujar Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Yulianus Samberi, Senin (26/8/2019).

Tiba-tiba, terduga datang menghampiri korban yang berada dalam mobil kemudian beraksi dengan menggerayangi bagian tubuh dan organ intim korban. Karena berada dalam mobil, korban kesulitan untuk menghindar hanya bisa meronta berusaha menepis tangan terduga.

 Pelecehan

Tidak saja menggerayangi tubuh korban, terduga juga sempat mengeluarkan kata-kata kotor kepada korban.

"Dia (terlapor) mengatakan dirinya pernah mencium saya, bahkan bilang kemaluannya telah terangsang," katanya.

Tak terima atas perlakuan terduga dan tidak mau kejadian tersebug terulang lagi, korban pun melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Tomohon, pada Minggu 25 Agustus 2019.

"Kasus ini sudah dalam penanganan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tomohon," sambungnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi MM membantah hal tersebut. Menurutnya, kejadian yang sebenarnya tidak sesuai dengan keterangan korban dan apa yang telah diberitakan sangat mengganggu kehidupannya, pribadinya dan keluarganya.

Cerita yang benar menurutnya, saat itu dia baru keluar dari sebuah salon dan hendak pulang. Sampai di depan toko roti ada yang memanggilnya, dia pun datang menghampiri.

"Saya dekati ternyata ada pelapor itu di dalam mobil. Saya lihat dia pakai pakaian minim saya tegur, kalau keluar rumah sebaiknya pakai yang itu (sopan) nanti berbahaya," ujar MM di depan sejumlah awak media.

Kemudian terjadi percakapan di antara keduanya, baik tentang bangunan dan lain-lain. Karena berdiri di luar mobil dan di tempat umum, MM mengaku tidak lama bercakap-cakap dengan korban dan langsung pergi.

"Saya langsung pergi, sampai ada kata-kata kalau mau datang ke acara besok yang di Walian nanti saling singgah," kata MM

Korban pun menjawab pernyataan MM nanti akan menginfokan kembali kalau Ayah korban akan ikut pergi juga.

"Jadi bagi saya tidak ada pemikiran akan terjadi sesuatu, karena saya merasa tidak ada hal-hal aneh. Yang katanya dia (korban) tidak bisa menghindar, saya di luar mobil, dia di dalam mobil, kalau anda misalnya pernah dilakukan oleh seseorang, apakah anda masih mau lagi, jadi tidak ada dia bilang tidak berdaya sedangkan saya berada di luar mobil," jelas MM

Apa yang dikatakan korban menurut MM tidaklah benar sama sekali. MM berharap semoga kebenaran bisa terungkap dan sebagai warga negara yang taat hukum dirinya siap untuk menghadapi laporan tersebut.

"Saya siap untuk menghadapi laporan ini, tentunya moga-moga juga teman-teman media dapat memberitakan secara seimbang tentang apa yang saya sampaikan ini karena menyangkut juga nama baik, kita akan pikirkan juga apakah kita akan mengambil langkah-langkah hukum berikutnya nanti berkembang, karena ini akan berproses," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini