nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Kelakuan Barbar Murid SD Aniaya Temannya hingga Nangis Meraung-raung

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 07:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 30 608 2098430 viral-kelakuan-barbar-murid-sd-aniaya-temannya-hingga-nangis-meraung-raung-FGl3h6duyc.JPG Murid SD alami tindak kekerasan oleh temannya viral di medsos (Foto: Twitter/@hendralm)

LABUHAN BATU - Video kekerasan fisik yang dialami seorang murid SD viral di media sosial. Video tersebut banjir kecaman warganet karena menganggap bully yang dialami anak itu oleh teman-temannya sendiri sangat barbar dan kelewat batas.

Video aksi bullying itu pertama kali diunggah oleh pengguna akun Twitter Samuel Christian H, @hendralm pada Rabu 28 Agustus 2019 lalu. Tampak dalam video berdurasi 45 detik tersebut, seorang murid berseragam SD hanya bisa menangis dipukuli bertubu-tubi oleh murid lainnya.

Terdengar pelaku kekerasan itu berbicara menggunakan dengan bahasa daerah. Entah apa penyebabnya, meski korban sudah nangis meraung-raung, aksi kekerasan fisik itu justru tembah menjadi-jadi. Belum diketahui kapan dan di mana video tersebut direkam.

"Sakit hati liatnya, kalo di zaman sekarang aja ngejagain anak udah sesusah ini apalagi nanti," tulis Samuel dalam caption videonya.

Namun, menurut salah satu postingan akun Facebook @Yuni Rusmini, berdasarkan keterangan Ketua Umum Komnas Perlindungan Ana, Arist Merdeka Sirait, setelah ditelusuri, aksi kekerasan anak itu diketahui terjadi di salah satu SDN Kualah Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Lokasi bisa ditempuh lebih kurang 7 jam dari Kota Medan ke arah Pekanbaru.

"Atas kejadian ini sudah dilakukan penyelesaiannya melalui pendekatan diversi dan damai adat yakni adat mangupa-upa (memberi makan korban-red) dan ganti pengobatan oleh orangtua pelaku kepada korban," tulis Yuni dalam postingannya mengutip pernyataan Arist.

Adat mangupa-upa itu sendiri diinisiasi oleh pihak sekolah dan melibatkan kedua pihak orangtua korban dan pelaku, para tokoh adat dan masyarakat Kualah Hulu dan anak-anak yang berselisih diberikan kesempatan untuk saling bermaafan.

"Oleh karena itu, Komnas Perlindungan Anak mohon kepada semua pihak untuk tidak lagi memposting/share video ini lagi dan meminta pihak sekolah mengevaluasi manajemen pengajaran dan pengawasan sekolah. Terima kasih atas perhatian semua pihak," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini