nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tri Susanti, Tersangka Penyebaran Hoaks Asrama Papua Ditahan

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 519 2099986 tri-susanti-tersangka-penyebaran-hoaks-asrama-papua-ditahan-4rYDHOmWEz.jpg Tri Susanti (paling depan) saat bersaksi di Sidang PHPU di MK (Foto: Okezone)

SURABAYA - Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya menahan tersangka kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian, Tri Susanti. Setelah kemarin sempat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 12 jam di Polda Jatim.

Tri Susanti dicecar 37 pertanyaan oleh penyidik. Atas dilakukan penahanan terhadap Tri Susanti, kuasa hukumnya merasa kecewa. Sebab pasal yang dikenakan terhadap tersangka ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

"Sementara bu Susi ada penahanan 1 kali 24 jam. Saya sebagai tim kuasa hukumnya sangat kecewa karena sudah jelas dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 kan tidak harus ditahan," terang kuasa hukum Tri Susanti, Sahid, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga: Ini Berita Bohong yang Disebarkan Tri Susanti hingga Memicu Rasisme di Surabaya

Sebab, sambung Sahid, pasal yang dikenakan terhadap kliennya ancaman hukuman dibawah 5 tahun penjara. Dirinya juga memastikan kliennya tidak menghilangkan barang bukti, melarikan diri, apalagi berbuat tindak pidana lainnya.

"Seharusnya polisi tidak mempunyai alasan menahan bu Susi," tandasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan penyidik telah melakukan penahanan tersangka Tri Susanti. Namun untuk lebih jelasnya, Barung menyarankan agar bertanya pada penyidik karena dirinya sedang berada di Jakarta.

"Ya katanya (Tri Susanti ditahan). Saya di Jakarta. Tanya penyidik," terang Barung.

Tri Susanti (Paling Kanan) di MK

Tri Susanti sendiri merupakan korlap aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jatim. Penyidik menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka karena diduga menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian.

Penyidik menjerat tersangka pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan atau pasal 160 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini