Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Dua Doni Monardo di Sentani Papua

Fetra Hariandja , Jurnalis-Rabu, 04 September 2019 |10:23 WIB
Cerita Dua Doni Monardo di Sentani Papua
Kepala BNPB Doni Monardo menggendong bayi Doni Monardo di Sentani, Papua (Foto BNPB)
A
A
A

SENTANI – Kota Sentani, Papua pada 16-17 Maret 2019 dihantam air bah dari atas pegunungan Cyclops. Banjir bandang menelan seratusan korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka. Namun, ada cerita unik di balik bencana yang melumpuhkan kota selama beberapa hari itu yakni tentang Doni Monardo.

Sisa-sisa derasnya banjir bandang itu masih membekas di tembok-tembok bangunan di Ibu Kota Kabupaten Jayapura itu. Cerita lain yang masih ada adalah tentang Jenderal Doni Monardo yang turun ke lokasi enam hari pascabanjir dengan pasukannya di bawah bendera Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu membawa harapan bagi warga yang terdampak. Ia datang mendengar langsung keluhan dan kebutuhan warga yang terdampak banjir bandang.

Matanya merekam segala sesuatu yang menjadi derita warga pada saat bencana. Dialog demi dialog terjadi sehingga bantuan-bantuan terus mengalir mencapai korban terdampak melalui perintahnya.

Apa yang dilakukan Doni Monardo sebagai Kepala BNPB setelah datang langsung memberi bantuan bagi warga Sentani ternyata disimpan dalam ingatan oleh seorang ibu yang tengah hamil tua pada saat bencana itu terjadi.Doni Monardo

Kehadiran Doni Monardo sebagai pemberi harapan baik bagi warga itu mengilhami seorang ibu sehingga nama Doni Monardo diberikan kepada bayi laki-laki yang dilahirkannya pada 26 Maret 2019, atau tepatnya sehari setelah Jenderal Doni Monardo berkunjung dan memberi bantuan di wilayahnya.

“Ibu bernama Yunita Dayopo itu sangat terinspirasi dengan sosok Doni Monardo yang gagah dan berhati malaikat. Sebagai bapak pemberi harapan bagi dirinya dan seluruh warga terdampak banjir bandang Sentani,” kata Agus Wibowo, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Rabu (4/9/2019).

Istri dari Hendrik Ibo itu lantas menyematkan nama serupa dengan tambahan nama belakang "Ibo" dari sang ayah dengan harapan dapat menjadi anak yang gagah berani dan berhati malaikat serta pemberi harapan bagi nusa dan bangsanya.

"Kami berharap agar supaya Doni Monardo Ibo dapat mencontoh bapak Doni sebagai prajurit yang gagah berani dan sebagai Kepala BNPB yang berhati mulia, pemberi harapan nyata bagi bangsa dan negara Indonesia," ucap Yunita.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement