nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bersama Menlu Iran, Retno Marsudi Serukan Perdamaian di Timur Tengah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 13:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 06 18 2101419 bersama-menlu-iran-retno-marsudi-serukan-perdamaian-di-timur-tengah-i06xcnAvi9.jpg Menlu RI Retno Marsudi bertemu Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di Jakarta, Jumat (6/9/2019). Kunjungan kali ini merupakan bagian dari tur diplomatik Zarif ke beberapa negara Asia, seperti Jepang, China, Malaysia, dan Bangladesh.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat. Kedua menlu membahas berbagai isu, mulai kerja sama bilateral sampai isu kawasan dan global, termasuk mengenai perjanjian program nuklir Iran dan Palestina.

Baca juga: Indonesia Usul Kewajiban Pemberitahuan Kekonsuleran dengan Arab Saudi 

Di bidang hubungan bilateral, Retno Marsudi dan Javad Zarif membahas perkembangan kerja sama Indonesia-Iran dan kegiatan yang dilakukan oleh kedua negara. Kerja sama yang menjadi perhatian kedua menlu di antaranya bidang pemberdayaan perempuan, industri kesehatan dan farmasi, serta kerja sama ekonomi, keuangan dan perdagangan.

(Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

Isu Timur Tengah menjadi topik pembahasan kedua Menlu dalam perbincangan terkait isu kawasan. Menlu Retno menekankan pentingnya perdamaian di Timur Tengah dan mendorong penyelesaian masalah di kawasan tersebut melalui dialog.

Baca juga: Menlu RI Protes, Dubes AS Klarifikasi Pernyataan Persnya Terkait Yerusalem 

"Indonesia kembali menegaskan posisi prinsip Indonesia bahwa Indonesia ingin melihat Timur Tengah sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Indonesia meyakini bahwa tidak akan ada perdamaian dunia jika tidak ada perdamaian di Timur Tengah," tutur Retno.

"Indonesia mengharapkan semua pihak ikut berkontribusi dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah," lanjut Retno dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan dengan Javad Zarif.

Menlu Retno menambahkan bahwa konflik di Timur Tengah penting untuk segera diselesaikan melalui dialog dan perlunya prinsip-prinsip seperti penghormatan terhadap kedaulatan dan intervensi untuk terus dijunjung.

Mengenai perjanjian program nuklir Iran atau yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Indonesia menyampaikan harapannya agar kesepakatan yang dicapai pada 2015 itu masih dapat dijalankan secara penuh dan efektif, terlepas dari keluarnya Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Menlu Retno juga menegaskan kembali keyakinan Pemerintah Indonesia bahwa Solusi Dua Negara merupakan satu-satunya jalan keluar konflik Palestina-Israel yang dapat menghadirkan perdamaian berkelanjutan.

Baca juga: Polisi Pastikan Ledakan di Kantor Kemenlu karena Motor Terbakar 

(Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini