nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakistan Memperingatkan Adanya Potensi Genosida di Kashmir

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 15:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 11 18 2103480 pakistan-memperingatkan-adanya-potensi-genosida-di-kashmir-Y2bLeXbwhx.jpg Warga Kashmir berdemo tolak pencabutan otonomi khusus. (Foto/Reuters)

JENEWA - Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan pendudukan India di Kashmir yang mayoritas berpenduduk Muslim bisa berpotensi adanya genosida.

India pada 5 Agustus mencabut status otonomi Kashmir, wilayah yang menjadi sumber perselisihan antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki senjata nuklir.

"Kota, gunung, dataran, lembah yang sedih dan terguncang di Jammu & Kashmir, yang diduduki India, bergaung hari ini bersama bekas-bekas suram yang ditinggalkan Rwanda, Srebrenica, Rohingya dan pembunuhan berencana Gujarat," kata Qureshi dalam sidang dewan hak asasi manusia PBB mengutip Reuters, Rabu (11/9/2019).

"Rakyat di Jammu & Kashmir, yang diduduki India, sedang memperhitungkan kemungkinan terburuk... Saya bergidik menyebutkan kata genosida di sini, tapi saya harus melakukannya... Rakyat Kashmir di daerah yang diduduki itu, sebagai warga negara, kelompok suku, ras dan keagamaan, menghadapi ancaman serius pada nyawa, cara hidup dan mata pencaharian mereka dari rezim yang kejam, cenderung beraliran misoginis dan xenofobia," tuturnya.

Baca juga: Terkait Kashmir, Mantan Istri Sebut PM Pakistan Lemah

Baca juga: 5 Prajurit Tewas Imbas Baku Tembak Militer Pakistan dan India di Perbatasan Kashmir

Belum ada komentar dari delegasi India di dewan tersebut.

India dan Pakistan sama-sama menyatakan Kashmir sebagai wilayah mereka.

Foto/Reuters

Pasukan India dan Pakistan beberapa kali terlibat adu tembak di Garis Kendali sepanjang 740 kilometer.

India membanjiri lembah Kashmir dengan tentara-tentaranya, membatasi pergerakan serta memutus komunikasi saat Perdana Menteri Narendra Modi mencabut hak-hak khusus wilayah itu pada 5 Agustus. Sambungan seluler dan internet sejak itu diputus.

Qureshi, yang berbicara kepada para wartawan di Jenewa, mengatakan, "Saat ini saya tidak lihat ada kemungkinan untuk menjalin hubungan bilateral dengan India."

Ia mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB untuk membantu meredakan ketegangan.

"Hari ini delapan juta orang terpenjara, tercabut dari semua kebebasan politik dan sipil. Dunia tidak bisa diam saja, dunia jangan diam. Dan jika diam, mereka akan jadi bagian dari kelalaian kriminal ini," katanya.

(fzy)

Berita Terkait

Kashmir

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini