nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pencuri Barang Antik Gasak Rumah Keluarga Munir di Kota Batu

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 16 September 2019 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 519 2105621 pencuri-barang-antik-gasak-rumah-keluarga-munir-di-kota-batu-Xm3ET0LEvM.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KOTA BATU - Kepolisian berhasil membongkar sindikat pencurian barang antik di Kota Batu, dimana salah satu korbannya merupakan rumah kerabat keluarga almarhum aktivis HAM, Munir.

Polisi sendiri berhasil membongkar kasus ini berkat penyelidikan dan laporan dari kolektor komunitas barang antik. Dari kasus ini, seorang pelaku berinisial HS (47) warga Jalan Welirang, Kelurahan Sisir, Kota Batu diringkus polisi. Namun seorang pelaku yang diketahui berinisial JHN, yang masih bertetangga dengan HS dalam pengejaran polisi.

Kapolsek Kota Batu AKP Moh. Lutfi mengatakan, pihaknya dapat mengungkap kasus ini berkat penyelidikan dari komunitas kolektor barang antik di Kota Batu.

"Dari hasil penyelidikan ini didapati titik terang mengarah ke dua tersangka ini," ujar Moh. Lutfi di Mapolres Batu, Senin (16/9/2019).

 Penangkapan

Menurutnya, komplotan pelaku spesialis pencuri barang antik ini diidentifikasi melakukan aksinya pada 23 Agustus 2019 di salah satu rumah di Jalan Diponegoro, Kota Batu.

"Dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) pertama pelaku berhasil mengambil satu unit lemari antik," lanjutnya.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono membenarkan pelaku kerap kali beraksi dua orang pada malam hari. Pelaku masuk dengan cara lompat pagar dan mencongkel dengan linggis yang dibawanya.

"Kalau lampu rumahnya nyala dan kosong pada siang hari maka dia menyimpulkan rumah dalam keadaan kosong. Pada malam harinya mereka beraksi mencongkel gerbang rumah dan masuk," ungkap Hendro.

Hendro menambahkan, setelah berhasil memasuki rumah sasarannya, keduanya membawa barang - barang antik menggunakan mobil pick-up milik JHN dan menyimpannya di rumah HS, sebelum akhirnya dijual.

 Penangkapan

Selain rumah di Jalan Diponegoro, sesuai pengakuan pelaku HS, pelaku juga melakukan aksinya di dua lokasi rumah lainnya di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Mawar, Kota Batu.

"Ada tiga TKP rumah semuanya di Kota Batu, lokasi pertama di Jalan Diponegoro, kedua Jalan Panglima Sudirman, ketiga di Jalan Mawar. Salah satu rumah yang dicuri itu milik keluarga Almarhum Munir," bebernya.

Setelah berhasil menggondol barang curian, keduanya menawarkan barang antik tersebut ke komunitas kolektor barang antik di Kota Batu.

"Di jual ke kolektor barang antik. Mereka (kolektor barang antik) memang ada yang mengembalikan ke kami. Setelah mengetahui adanya indikasi pencurian barang antik ini," tuturnya.

Sesuai pengakuan pelaku barang antik dijual seharga Rp 9.0750.000 kepada kolektor barang antik. Namun kepolisian hanya berhasil mengamankan uang senilai Rp4 juta dari tangan pelaku HS.

"Sisanya masih kami dalami. Karena kami juga masih melakukan pengejaran terhadap JHN yang masuk DPO," tambahnya.

Akibat perbuatanya, HS terancam dengan Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini