Australia Peringatkan Warganya Imbas Rancangan KUHP Indonesia

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 20 September 2019 19:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 20 18 2107441 australia-peringatkan-warganya-imbas-rancangan-kuhp-indonesia-NSmzvzXYrO.jpg Bendera Australia. (Foto/Wikipedia Commons)

SYDNEY - Australia telah memperbarui saran perjalanannya ke Indonesia, memperingatkan warganya akan bisa dipidana karena melakukan hubungan seks di luar pernikahan.

Imbauan menindaklanjuti Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

RKUHP akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR yang akan disahkan pada 24 September 2019.

Salah satu pasal dalam RUKHP adalah soal perzinaan. Pembahasan itu terbagi di pasal 417, 418, 419, dan 420.

Pasal 417 RKUHP mengatur ancaman tindak pidana selama satu tahun terhadap orang yang melakukan seks di luar hubungan pernikahan.

Baca juga: Australia Kembalikan Masalah Red Notice Veronica Koman ke Indonesia

Baca juga: DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi KUHP Segera Diparipurnakan

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya bisa terancam pidana karena perzinaan.

Kementerian Luar Negeri Australia dalam imbauannya menyebutkan setiap UU akan mulai berlaku dua tahun setelah disahkan.

"Sejumlah besar undang-undang dapat berubah dan ini juga akan berlaku untuk penduduk asing dan pengunjung, termasuk wisatawan," tulis Kemenlu Australia yang diposting ke situs web Smart Traveler Jumat, (20/9/2019).

Selain Pasal 417, Pasal 419 mengatur bahwa, "Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II."

(fzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini