NEW YORK – Pemimpin dari tiga negara Eropa, Inggris, Prancis dan Jerman, dalam sebuah pernyataan bersama menuding Iran bertanggungjawab atas serangan terhadap dua fasilitas minyak Arab Saudi bulan ini. Tuduhan ketiga negara itu memicu reaksi keras dan bantahan dari pejabat militer Iran.
Ketiga negara penandatangan kesepakatan nuklir Iran itu, mengeluarkan pernyataan tersebut pada Senin, sementara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengisyaratkan bahwa negaranya mungkin akan menarik diri dari perjanjian yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action atau JCPOA itu.
BACA JUGA: Puing Senjata Buktikan Iran di Balik Serangan Fasilitas Minyak Saudi
Serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyak Saudi pada 14 September itu telah semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Insiden itu terjadi menyusul penarikan diri Amerika Serikat (AS) dari kesepakatan program nuklir Iran tahun lalu.

Foto: Reuters
Johnson bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel di sela-sela pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB pada Senin, untuk mengoordinasikan strategi mereka di Iran.
"Jelas bagi kami bahwa Iran memikul tanggung jawab atas serangan ini. Tidak ada penjelasan masuk akal lainnya," kata tiga pemimpin dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Prancis,sebagaimana dilansir Al Jazeera, Senin (24/9/2019).
Ketiga pemimpin itu berjanji untuk mencoba meredakan ketegangan di Timur Tengah dan mendesak Iran untuk "menahan diri dari memilih provokasi dan eskalasi."
BACA JUGA: PM Inggris Salahkan Iran Atas Serangan Fasilitas Minyak Saudi
Menanggapi tuduhan itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, mengatakan bahwa musuh yang mencoba menyerang Iran akan menghadapi "penahanan dan kekalahan".
"Kami telah berulang kali mengatakan kepada musuh bahwa jika ada pelanggaran terhadap negara ini, mereka akan menghadapi tindakan yang sama dengan drone Amerika dan kapal tanker Inggris," kata Baqeri dikutip kantor berita Tasnim.