nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komandan Polisi Meksiko Ditemukan Terpenggal Empat Hari Setelah Diculik Kartel Narkoba

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 14:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 24 18 2108680 komandan-polisi-meksiko-ditemukan-terpenggal-empat-hari-setelah-diculik-kartel-narkoba-0QsYm8drEL.jpg Foto: Fox News.

CANCUN - Jasad seorang perwira tinggi penegak hukum Meksiko ditemukan dalam keadaan terpenggal, empat hari setelah dia diculik, disiksa dan dibunuh oleh kartel obat bius di Cancun.

Penyelidik menemukan mayat Komandan Kepolisian Negara Bagian Quintana Roo, Jose Antonio Archi Yama terbungkus selembar seprai abu-abu dan merah sekira 2 meter dari sisi jalan. Kepala Yama ditemukan di sebuah kantong plastik hitam di dekat mayat tersebut.

BACA JUGA: Pasukan Bersenjata Kartel Narkoba Sandera Petinggi Geng Saingan Sebelum Mayat Digantung

Laporan media lokal yang dilansir Fox News menyebutkan orang-orang dari Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG) diduga menculik Yama pada Selasa, memicu perburuan besar-besaran darat dan udara untuk menemukan sang inspektur polisi.

Keluarga Yama melaporkannya hilang dua hari setelah dia tidak pulang dari pekerjaannya sekira satu jam perjalanan dari rumah, di Playa del Carmen. Kru kepolisian melihat kendaraan Yama pada Kamis sekira pukul 9.20 malam.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Yama terakhir kali terlihat mengenakan seragam polisi dan memegang senapan. Dalam video yang di-posting di Facebook itu, Yama mengklaim bahwa dia memiliki perintah langsung untuk mengejar CJNG dan mengizinkan kartel yang lebih kecil bernama "Los Rojos" untuk mengambil alih wilayah itu. Klaim Yama dalam video tersebut belum dapat diverifikasi.

BACA JUGA: Bos Pasukan Pembunuh Kartel Sinaloa Ditemukan Tewas di Ranjang Kekasih

Pembunuhan brutal itu hanya merupakan salah satu insiden mengerikan di daerah yang telah mengalami peningkatan tajam dalam kekerasan di saat kartel-kartel berkonflik untuk memperoleh kontrol wilayah.

Setelah penemuan yang mengerikan pada Minggu, Gubernur Quintana Roo Carlos Joaquín González melalui tweet menyatakan mengutuk pembunuhan dan berjanji untuk terus memerangi kejahatan terorganisir di wilayahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini