Trump Minta Presiden Ukraina Selidiki Capres Partai Demokrat

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 26 September 2019 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 26 18 2109515 trump-minta-presiden-ukraina-selidiki-capres-partai-demokrat-opskc3OoEz.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

"Hal lain, ada banyak pembicaraan tentang putra Biden, bahwa Biden menghentikan penuntutan dan banyak orang ingin mencari tahu tentang hal itu, jadi apa pun yang dapat Anda lakukan dengan Jaksa Agung akan hebat," kata Trump, merujuk pada Barr sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (26/9/2019).

Dalam ringkasan itu, Trump tidak pernah secara eksplisit mengatakan kepada Zelenskiy bahwa bantuan AS bergantung pada penyelidikannya terhadap Biden. Namun, Trump menekankan pentingnya dukungan AS sebelum mendesaknya untuk mengambil tindakan pada saingannya itu.

Pelosi mengatakan catatan pada percakapan telepon itu menegaskan bahwa Trump terlibat dalam perilaku yang merusak integritas pemilu AS, martabat kepresidenan dan keamanan nasional.

"Presiden telah mencoba membuat pelanggaran hukum menjadi kebajikan di Amerika dan sekarang mengekspornya ke luar negeri," kata Pelosi.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Namun, menurut penjabat Departemen Kehakiman pekan lalu, tindakan Trump atas panggilan itu tidak sama dengan pelanggaran pidana hukum keuangan kampanye. Hal itu dikarenakan permintaan Trump - penyelidikan terhadap saingan politik - bukanlah "hal yang bernilai".

BACA JUGA: Lepas Jabatan sebagai Wapres AS, Joe Biden Siap Ngebut Lagi

Banyak politisi Partai Republik juga membela Trump dan mengatakan bahwa tidak adanya quid pro quo – ungkapan Latin yang berarti bantuan untuk bantuan - dalam panggilan tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran kubu Demokrat terlalu berlebihan. Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell mengecam apa yang disebutnya sebagai "obsesi pemakzulan" oleh Demokrat.

Sementara Senator Pat Toomey mengatakan pembicaraan Trump tentang Biden tidak pantas tetapi bukan merupakan pelanggaran yang dapat membuatnya dimakzulkan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini