Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa, AJI: Tindak Tegas Para Pelaku

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 26 September 2019 |12:53 WIB
Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa, AJI: Tindak Tegas Para Pelaku
Aksi Pembakaran (Foto: Okezone/Heru)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengecam tindakan massa yang disinyalir dari oknum kelompok Sekolah Teknik Menegah (STM) yang melakukan pembakaran terhadap motor milik wartawan Okezone.com, Putera Negara Batubara saat menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPR, Jakarta.

Erick menegaskan bahwa polisi harus menindak tegas para pelaku pembakar motor wartawan tersebut. Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah mendapatkan laporan motor milik wartawan Kompas TV juga ada yang dibakar dalam aksi tersebut namun laporan ini masih diverifikasi.

"Kita menyayangkan sikap massa khususnya adek-adek dari STM melakukan anarkis. Kita sangat menyayangkan itu. Itu tidak bisa dibenarkan!" tegas Erick kepada Okezone, Kamis (26/9/2019).

Aji mencatat sedikitnya ada empat wartawan yang juga menjadi korban dalam aksi demonstrasi yang dilakukan di Gedung DPR tersebut. Pertama, kekerasan terhadap jurnalis Kompas.com, Nibras Nada Nailufar. Ia mengalami intimidasi saat merekam perilaku polisi yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga di kawasan Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa malam.

Dalam peristiwa ini, polisi melarang korban merekam gambar dan memaksanya menghapus rekaman video kekerasan. Nibras bahkan nyaris dipukul oleh seorang polisi.

pembakaran

Baca Juga: Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa Pendemo, DPR Desak Polisi Telusuri Siapa Dalangnya

Kedua, kekerasan terhadap jurnalis IDN Times, Vanny El Rahman. Dia dipukul dan diminta menghapus foto dan video rekamannya mengenai kekerasan yang dilakukan polisi terhadap demonstran di sekitar flyover Slipi, Jakarta.

Ketiga, kekerasan terhadap jurnalis Katadata, Tri Kurnia Yunianto oleh polisi. Tri dikeroyok, dipukul dan ditendang oleh aparat dari kesatuan Brimob Polri. Meski Kurnia telah menunjukkan ID Pers yang menggantung di leher dan menjelaskan sedang melakukan liputan, pelaku kekerasan tidak menghiraukan dan tetap melakukan penganiayaan.

Tak hanya itu, polisi tersebut juga merampas HP Kurnia dan menghapus video yang terakhir kali direkamnya. Video itu rekaman Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement