Namun, Sandi menyayangkan karena tindakan provokatif tersebut dilakukan pelajar. “Ada satu siswa SMA. Sementara tiga lainnya pegawai swasta. Sekarang masih kami periksa,” katanya.
Sandi mengatakan, patroli pengamanan dilakukan sejak tadi malam di seluruh kawasan di Surabaya. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pada aksi massa hari ini.
Baca Juga : Surabaya Menggugat, Viral Video Risma Minta Warganya Jangat Disakiti
Sekadar diketahui, Kamis (26/9/2019) hari ini, akan ada aksi massa besar-besaran di Kota Surabaya. Aksi ini akan dilakukan di depan Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura. Lebih dari 5.000 orang akan turun yang terdiri atas mahasiswa, ormas, dan masyarakat.