Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jepang: Ancaman Militer China Lebih Berbahaya daripada Rudal Korea Utara

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 27 September 2019 |16:32 WIB
Jepang: Ancaman Militer China Lebih Berbahaya daripada Rudal Korea Utara
Bendera Jepang dan China. (Foto/Reuters)
A
A
A

TOKYO – Militer China yang sedang tumbuh mungkin telah menggantikan Korea Utara sebagai ancaman keamanan utama bagi Jepang.

Hal itu berdasarkan tinjauan pertahanan tahunan Jepang yang dikeluarkan pada Kamis (26/9).

Laporan itu menyebutkan AS yang menjadi sekutu Jepang menempati urutan teratas disusul China yang untuk pertama lalinya. Kemudian Korut ditempat ketiga sebagai ancaman.

Rusia, yang dianggap oleh Jepang sebagai ancaman utamanya selama Perang Dingin, berada di tempat keempat.

"Kenyataannya adalah bahwa China meningkatkan belanja dana militernya, sehingga orang dapat memahami bahwa kita membutuhkan lebih banyak dana," kata Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono mengutip Reuters, Jumat (27/9/2019).

"China mengerahkan aset udara dan laut di Pasifik Barat dan melalui Selat Tsushima ke Laut Jepang dengan frekuensi yang lebih besar."

Jepang telah menambahkan dana pertahanan sepersepuluh selama tujuh tahun terakhir untuk melawan kemajuan militer oleh China dan Korut, termasuk pertahanan terhadap rudal Korea Utara yang mungkin membawa hulu ledak nuklir.

Foto/Reuters

Korea Utara telah melakukan peluncuran rudal jarak pendek tahun ini yang menurut Jepang menunjukkan Pyongyang sedang mengembangkan proyektil untuk menghindari pertahanan rudal balistik Aegis.

Baca juga: Menteri Lingkungan Ingin Jepang Berhenti Gunakan Tenaga Nuklir

Baca juga: Ikuti AS dan Rusia, Jepang Akan Bentuk Pasukan Luar Angkasa

Jepang juga telah membeli pesawat tempur siluman buatan AS dan senjata canggih lainnya untuk menandingi kemajuan militer China.

Dalam permintaan anggaran terbarunya, militer Jepang mengajukan 115,6 miliar yen (sekira Rp15 triliun) untuk membeli sembilan pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35, termasuk enam varian take-off pendek dan pendaratan vertikal (STOVL) untuk beroperasi dari operator helikopter yang dikonversi.

Jet siluman, rudal pencegat buatan AS dan peralatan lainnya adalah bagian dari kenaikan 1,2% yang diusulkan dalam pembelanjaan pertahanan ke rekor 5,32 triliun (sekira Rp700 triliun) yen pada tahun mulai 1 April.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement