nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Retno Ceritakan Kisah Pemberdayaan Perempuan Indonesia di Markas PBB

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 20:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 27 18 2110273 menlu-retno-ceritakan-kisah-pemberdayaan-perempuan-indonesia-di-markas-pbb-z4k37OKWOk.jpg Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di PBB. (Foto: Kemenlu/Okezone)

PBB – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membagikan kisah pemberdayaan perempuan Indonesia di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat (AS).

Retno menceritakan bahwa pemberdayaan perempuan di Indonesia telah berhasil mengubah pola pikir perempuan, dari perempuan sebagai korban yang lemah menjadi perempuan yang kuat dan berani

Hal itu disampaikannya saat menjadi panelis dalam diskusi panel Tingkat Menteri (26/9) dalam sela Sidang Majelis Umum PBB.

Baca juga: Indonesia Serukan Penghentian Krisis Kemanusiaan di Rakhine

Baca juga: Wapres RI Ajak ICRC Kerja Sama Bantu Kemanusiaan di Rakhine dan Afghanistan

Diskusi panel yang bertajuk “Cerita Baik HAM” tersebut juga dihadiri oleh Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Michelle Bachelet dan sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari berbagai kawasan.

Retno menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mendorong pemberdayaan perempuan merupakan kolaborasi program yang baik antara pemerintah dan masyarakat sipil. Program-program kolaboratif tersebut tercermin dalam dua program besar.

Foto/Kemenlu/Okezone

Pertama, kata dia dalam rilis yang diterima Okezone dari Kemenlu, Jumat (27/9/2019) perempuan sebagai agen perdamaian dan toleransi. Perempuan ditempatkan sebagai motor perdamaian dalam masyarakat.

“Program Peace Village Initiative, adalah contoh nyata kolaborasi masyarakat madani dengan Pemerintah dalam rangka mempromosikan peranan perempuan di dalam keluarga, komunitas dan pemerintah local,” tutur Retno.

Peace Village Initiative adalah program yang digagas oleh Wahid Institute untuk menangkal bahaya radikalisme melalui pemberdayaan komunitas.

Kedua, perempuan sebagai agen kesejahteraan.

Saat ini, akses keuangan kepada perempuan merupakan salah satu isu utama membangun kesejahteraan. Retno menjelaskan bahwa untuk mengatasi hal ini, Pemerintah telah menyiapkan program untuk membuka akses keuangan.

“Program UMI dan MEKAAR telah memberikan akses keuangan untuk keperluan entrepreneurship kepada 10 juta perempuan di Indonesia,” tambah Retno.

Indonesia juga mendorong pemberdayaan perempuan di Palestina dan Afghanistan. Di Palestina, Indonesia telah memberikan bantuan bagi perempuan di camp pengungsi di Yordania melalui program literasi bisnis dan kewirausahaan.

Sementara di Afghanistan, pada tahun ini, Indonesia telah memberikan program pembangunan kapasitas untuk 100 orang Afghanistan, 12 di antaranya perempuan. Tahun ini, Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Perempuan untuk Perdamaian di Afghanistan.

Diskusi panel ini merupakan kegiatan inisiatif “Cerita Baik HAM” yang merupakan upaya khusus mendorong penghormatan dan perlindungan HAM di seluruh dunia.

Diskusi yang dituan-rumahi Uni Eropa tersebut ,tahun ini bertemakan “menciptakan hidup yang lebih baik dari kandungan: promosi dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak”.

Cerita Baik HAM merupakan inisiatif Indonesia bersama dengan 12 negara lain dan Uni Eropa.

Negara-negara anngota inisiatif ini adalah Uni Eropa, Argentina, Burkina Faso, Cape Verde, Chile, Georgia, Indonesia, New Zealand, Norway, Peru, Korea Selatan, Gambia, Tunisia, dan Uruguay.Tujuan inisatif ini adalah untuk menampilkan contoh baik dari penghormatan dan implementasi HAM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini