Pemuda lain, Hassan Yusuf, mengatakan kepada Reuters bahwa dia dikirim ke sekolah “penyiksaan” itu karena kelaurga khawatir dia berubah sejah belajar di luar negeri selama beberapa tahun.
"Mereka mengatakan gaya hidup saya telah berubah, saya telah menjadi seorang Kristen, saya telah meninggalkan cara hidup Islam," kata Yusuf.
Hassan Mohammed, paman dari tiga anak yang dibebaskan, mengatakan kepada Reuters bahwa ia melaporkan sekolah itu kepada polisi setelah pihak sekolah melarang keluarga untuk bertemu kerabat mereka.
"Aku memohon, mereka bilang tidak. Kami tidak bisa melihat anak-anak sampai tiga bulan. Ketika kami kembali ke rumah,” kata Mohammed.
Anak-anak yang diselamatkan telah dipindahkan ke sebuah tempat penampungan kamp di sebuah stadion di Kaduna.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.