Share

Iran Bebaskan Pasangan Australia yang Dituduh Melakukan Kegiatan Mata-Mata

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 05 Oktober 2019 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 05 18 2113325 iran-bebaskan-pasangan-australia-yang-dituduh-melakukan-kegiatan-mata-mata-HR6PmW7BNq.jpg Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne. (Foto: Reuters)

MELBOURNE - Pasangan Australia yang telah mendekam selama lebih dari di penjara di Teheran, Iran telah dibebaskan. Hal itu disampaikan oleh menteri luar negeri Australia mengatakan pada Sabtu.

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne mengatakan bahwa pasangan itu, Mark Firkin asal Australia dan warga Inggris-Australia Jolie King yang tinggal di Perth, telah kembali ke Australia dan semua tuduhan terhadap mereka dibatalkan setelah proses "negosiasi yang sangat sensitif" dengan Iran selama beberapa pekan. Sementara itu kantor berita Iran melaporkan bahwa seorang mahasiswa Iran dibebaskan dari penahanan di Australia.

BACA JUGA: Iran Hukum Mati Seorang Mata-Mata AS

Media global mengatakan pasangan itu ditahan atas tuduhan mata-mata setelah menerbangkan drone tanpa izin.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui kementerian luar neger, Firkin dan King mengatakan bahwa mereka "sangat bahagia dan lega bisa kembali dengan selamat" ke rumah.

โ€œMeski beberapa bulan terakhir sangat sulit, kami tahu itu juga sulit bagi mereka yang kembali ke rumah yang mengkhawatirkan kami,โ€ kata mereka sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (5/10/2019).

BACA JUGA: Mantan Perwira AS Diduga Mualaf dan Dituduh Jadi Mata-Mata Iran

Penahanan pasangan itu terjadi di tengah perselisihan antara Barat dan Iran setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Pada Sabtu, kantor berita resmi IRIB Iran melaporkan bahwa seorang mahasiswa Iran yang telah ditangkap di Australia dengan tuduhan mengekspor peralatan radar militer AS ke Iran untuk membantu program pertahanan negara tersebut telah kembali ke Republik Islam setelah 13 bulan ditahan.

IRIB melaporkan Reza Dehbashi, seorang mahasiswa di Universitas Queensland, menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat dan dibebaskan karena upaya diplomatik Iran.

Seorang warga negara Australia lainnya, Kylie Moore-Gilbert belum dibebaskan oleh Iran. Peneliti dari Universitas Melbourne itu telah ditahan di Teheran selama lebih dari setahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini