5. Gunung Merapi
Pada minggu lalu, Merapi masih tercatat erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini masih sama dibandingkan dengan minggu lalu yaitu berdasarkan hasil pengukuran pada 19 September 2019 sebesar 468.000 m3.
Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava. Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar meluncur ke tenggara ke hulu Kali Gendol, jarak luncur guguran tidak teramati karena kabut. Pada minggu lalu tidak terjadi awan panas guguran (APG).
Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak ada hujan dan tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 100 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 05 Oktober 2019.
Gunung Merapi (Okezone.com/Taufik Budi)
Seismogram merekam 50 kali gempa guguran, 26 kali gempa mp, 2 kali gempa embusan, 7 kali gempa lf, 6 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali terjadi gempa vulkanik dalam, dan 14 kali gempa tektonik. dari data guguran dan apg, kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas gunungapi merapi minggu ini menurun dibandingkan minggu lalu.
Kemunculan gempa vulkanik dalam menunjukkan masih terjadi suplai magma. belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.
6. Gunung Agung
Pada minggu lalu, gunung tertinggi di Bali ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 50 meter dari atas puncak.
Seismograf merekam 1 kali gempa hembusan, 4 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 15 kali gempa tektonik jauh.