nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batal Dialog dengan Khofifah, Mahasiswa Tolak Jamuan Makan Pemprov Jatim

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 09 519 2114723 batal-dialog-dengan-khofifah-mahasiswa-tolak-jamuan-makan-pemprov-jatim-zAThpGnjB4.jpg BEM Mahasiswa Se-Jatim Gagal Berdialog dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur (Jatim) gagal berdialog dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa 8 Oktober 2019 malam. Merasa kecewa karega gagal berdialog dengan Khofifah, para mahasiswa menolak jamuan makan yang telah disiapkan.

Para mahasiswa lebih mengutamakan dialog dengan Gubernur Jatim untuk menyampaikan sejumlah tuntutannya, dibandingkan dengan makan. Sebab masih banyak mahasiswa yang berada di luar memperjuangkan tuntutan mereka agar diakomodir oleh pemerintah.

Baca Juga: Menristek Minta Polri Usut Temuan Polisi Bawa Senjata Api ke Demo Mahasiswa 

Salah seorang perwakilan BEM, Zamzam Syahara, menyatakan pihaknya sepakat melakukan dialog. Namun dirinya memiliki hak untuk tidak makan. Sebab banyak mahasiswa di luar tidak makan dalam memperjuangkan tuntutannya.

"Apalagi perjuangan untuk menggolkan sejumlah tuntutan belum tuntas. Justru kita sangat berterima kasih Bu Khofifah mengundang kita,” papar Zamzam.

Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)	 

Dia menambahkan, pihaknya terus memperjuangkan tuntutannya. Pertama menolak UU KPK, dan mendesak Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu tentang KPK. Kedua, menolak disahkannya RKUHP sebelum dilakukan pengkajian ulang pada beberapa pasal bermasalah dengan melibatkan publik.

Ketiga, menolak disahkannya sejumlah RUU yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat secara luas, dan hanya menguntungkan para oligarki seperti RUU Pertanahan dan RUU Ketenagakerjaan. Keempat mendesak DPR RI bersama pemerintah untuk segera mengesahkan RUU PKS.

“Saya minta maaf karena mengutamakan ini, bukan kita tidak beradab. Kita mengutamakan soal tuntutan, dialog, bukan mengutamakan soal makan atau tidak makan," ucap dia.

Sementara Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto di hadapan mahasiswa mengatakan, audiensi ditiadakan. Menurut dia, pertemuan kali ini hanya sebatas silaturahim antara mahasiswa dengan gubernur.

Baca Juga: 11 Pasal Jadi Ganjalan Pengesahan RKUHP 

"Kalau memang ingin mengajukan audiensi, kita sepakati akan dijadwalkan ulang," katanya.

Namun mahasiswa bersikukuh menyebut kehadirannya untuk audiensi sekaligus dialog dengan Gubernur Khofifah, bukan sebatas silaturahim. Karena itu, para mahasiswa ini membubarkan diri meninggalkan Gedung Grahadi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini