Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bagaimana Nasib Tujuh Proyek di Indramayu yang Diduga Dikorupsi Supendi?

Fathnur Rohman , Jurnalis-Rabu, 16 Oktober 2019 |17:12 WIB
Bagaimana Nasib Tujuh Proyek di Indramayu yang Diduga Dikorupsi Supendi?
Bupati Indramayu terjaring KPK, Supendi (Foto: Ist)
A
A
A

Ketika disinggung mengenai ketujuh proyek yang tersangkut kasus dugaan suap Supendi, apakah akan dihentikan proses pengerjaannya atau tidak, Taufik mengatakan pihaknya akan menunggu hasil dari penyidikan kasus tersebut. Namun meski begitu, ia merasa pengerjaan proyek-proyek akan tetap berjalan.

"Kan itu udah berjalan. Kita liat hasil dari penyidik seperti apa. Kalau harus dihentikan, tapi saya rasa sudah berjalan. Proses pembangunan tetap akan berjalan, tidak ada masalah," tambahnya.

Taufik bersalasan, jika proyek pembangunan itu memang diharapkan oleh masyarakat Indramayu. Menurutnya, masyarakat ingin agar proyek tersebut tetap dijalankan. Ia memastikan tidak ada penambahan dana dari APBD untuk proyek itu.

"Pembangunan itu diharapkan oleh masyarakat. Masa harus dihentikan. Itu keinginan masyarakat. Jalan-jalan itu kan kita lagi gencar-gencarnya untuk perekonomian. Harus kita selesaikan," ucap dia.

Sekedar informasi, sebelumnya KPK mengamankan delapan orang saat menggelar OTT di Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa 15 Oktober 2019 dini hari. Kedelapan orang tersebut terdiri dari Bupati Indramayu Supendi, ajudannya, pegawai rekanan, serta beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum Indramayu.

Selain menangkap delapan orang, petugas KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga terkait suap di Dinas PU Indramayu. (KHA)

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement