nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Dituduh Jadikan Masjid Sasaran Meriam Air dalam Demonstrasi Hong Kong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 09:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 18 2119545 polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong-Jtyk2XWreQ.jpg Keadaan bagian depan Masjid Kowloon setelah terkena tembakan meriam air polisi dalam demonstrasi, 20 Oktober 2019. (Foto: Hong Kong Free Press/Telegram)

HONG KONG – Kepolisian Hong Kong mendapat kecaman setelah diduga dengan sengaja menjadikan sebuah masjid besar di daerah Sim Sha Tsui sebagai target tembakan meriam air. Masyarakat Hong Kong bekerja sama melakukan pembersihan setelah masjid tersebut ternoda akibat cat biru yang ditembakkan dari truk kontrol massa kepolisian.

Diwartakan Hong Kong Free Press, pada Minggu sekira pukul 16:00 waktu setempat, pintu masuk Masjid dan Islamic Center Kowloon, masjid terbesar di Hong Kong, disiram dengan cairan berwarna ketika para petugas berusaha membersihkan area itu dari para demonstran pro-demokrasi yang menuju ke utara.

BACA JUGA: Amnesty International Sebut Polisi Hong Kong Lakukan Penyiksaan saat Tangani Protes

Beberapa wartawan, pengamat dan anggota parlemen dari Partai Sipil, Jeremy Tam turut terkena tembakan tembakan cat biru itu.

Video: YouTube/Hong Kong Free Press

“Saya pikir polisi sengaja menargetkan kami. Tidak ada pengunjuk rasa di sekitar sebelumnya," kata Phillip Khan, seorang pengusaha Muslim setempat yang turut menjadi salah satu korban dalam insiden itu. "Apakah mereka akan menembakkan benda semacam ini di gedung pemerintah?"

Khan mengatakan kepada wartawan bahwa insiden itu merupakan penghinaan terhadap Islam. Dia menambahkan "Apakah mereka tidak tahu apa artinya penghargaan terhadap agama? Bukankah Hukum Dasar mengatakan kita memiliki kebebasan beragama? "

Menyusul insiden itu, anggota masyarakat bekerja sama untuk membersihkan bagian depan masjid yang ternoda oleh pewarna, serta mengelap gerbangnya.

Insiden itu mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk koalisi kelompok pro-demokrasi yang menyesalkan “kurangnya akal sehat dan sensitivitas terhadap agama” dari para polisi. Mereka menuntut kepolisian Hong Kong untuk segera menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas beragama di kota itu.

Kepolisian Hong Kong telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa insiden itu “tidak disengaja” dan “disesalkan”. Polisi juga telah mengirimkan perwakilannya ke masjid untuk menjelaskan insiden penyemprotan itu.

BACA JUGA: Demonstrasi di Hong Kong Berlanjut, Kemlu RI Imbau WNI Jauhi Pusat Keramaian

"Setelah kejadian itu, polisi ... segera menghubungi Kepala Imam serta para pemimpin komunitas Muslim untuk mengklarifikasi situasi dan untuk menunjukkan keprihatinan kami," demikian isi pernyataan tersebut.

Demonstrasi di Hong Kong kembali berlanjut akhir pekan lalu, memasuki pekan ke-20 berturut-turut. Protes yang semula ditujukan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial telah berubah menjadi seruan anti-Beijing, tuntutan untuk demokrasi yang lebih luas, setelah RUU tersebut dibatalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini