Bea Cukai Berembuk bersama Instansi Pemerintah Atasi Permasalahan di Perbatasan Indonesia

Selasa 22 Oktober 2019 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 22 1 2120357 bea-cukai-berembuk-bersama-instansi-pemerintah-atasi-permasalahan-di-perbatasan-indonesia-WwMyNRfD8C.jpg Foto: Dok. Bea Cukai

JAYAPURA – Bea Cukai gelar Border Liaison Officers Meeting (BLOM) RI-PNG bersama Pemerintah Provinsi Papua, TNI, Polri, dan delegasi Papua New Guinea (PNG), Kamis 17 Oktober 2019. Di rapat tersebut, dibahas isu yang kerap terjadi di perbatasan negara, seperti masalah kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, baik orang (pelintas batas) maupun barang, bahaya dari masuknya narkotika melalui perbatasan, serta pembahasan mengenai patok negara, baik itu darat dan laut yang menjadi tanda kedaulatan Indonesia dan PNG.

Kepala Kantor Bea Cukai Merauke, Denny Sudrajat mengungkapkan, bahwa ancaman yang paling tinggi di perbatasan adalah masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Republik Indonesia.

“Komoditas yang banyak ditegah oleh kantor-kantor pelayanan dan pengawasan Bea Cukai di perbatasan darat di antaranya hasil tembakau, minuman keras, sembako, ballpress, makanan dan minuman, CITES dan benda cagar budaya, elektronik, pupuk, mesin, alat berat, sparepart, serta kosmetik, obat, dan bahan kimia,” ujar Denny.

Masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia melalui perbatasan darat ini, menurut Denny, perlu ditangani dengan kerja sama yang intensif antara TNI, Polri, Bea Cukai, dan pemerintah daerah.

“Bersama-sama kita mengabdi kepada masyarakat melalui tugas pokok fungsi masing-masing instansi. Kita buang jauh-jauh ego sektoral kita demi terjaganya keamanan dan keutuhan Indonesia di perbatasan, karena itu, selain mengundang pemprov, kami juga mengikutsertakan dalam rapat ini perwakilan-perwakilan dari daerah yang berbatasan langsung dengan PNG, yakni Kabupaten Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Keerom, Kabupaten Boven Digul, dan Kabupaten Merauke,” tuturnya.

"Dengan terlaksananya kegiatan ini, kami berharap permasalahan-permasalahan yang terjadi di perbatasan ini dapat menemukan titik terang sehingga dengan terjadinya situasi yang aman dan kondusif di perbatasan dapat mendorong perekonomian antar dua negara," sambungnya. (ADV) (Wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini