nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Pembunuhan yang Kasusnya Picu Krisis Hong Kong Dibebaskan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 14:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 23 18 2120711 tersangka-pembunuhan-yang-kasusnya-picu-krisis-hong-kong-dibebaskan-BliQJWTrJl.jpg Chan Tong-kai dibebaskan pada Rabu, 23 Oktober dan menyatakan bersedia menghadapi tuntutan hukum di Taiwan. (Foto: Reuters)

HONG KONG – Hong Kong telah membebaskan tersangka pembunuhan yang kasusnya berujung pada rencana perubahan aturan ekstradisi yang memicu demonstrasi besar-besaran di kota itu.

Chan Tong-kai dituduh membunuh pacarnya yang hamil di Taiwan tahun lalu sebelum melarikan diri kembali ke Hong Kong. Tetapi Hong Kong dan Taiwan tidak memiliki perjanjian ekstradisi, dan kasusnya dikutip ketika pemerintah mengusulkan amandemen undang-undang tersebut.

BACA JUGA: Hong Kong Lanjutkan RUU Kontroversial yang Izinkan Warganya Diekstradisi ke China

Dia ditahan di penjara atas kasus pencucian uang karena menarik uang dari kartu kreditnya.

BBC melaporkan bahwa pada Rabu, 23 Oktober Chan bebas pada setelah menjalani hukuman 19 bulan penjara. Pemuda berusia 20 tahun itu meminta maaf kepada keluarga korban dan mengatakan bahwa ia bersedia menyerahkan diri ke Taiwan.

Hong Kong dan Taipei telah berselisih mengenai bagaimana dia harus dipindahkan untuk menghadapi tuduhan pembunuhan dan tidak jelas apa langkah selanjutnya.

Sementara Hong Kong mengatakan Chan bebas pergi ke Taiwan dan menyerahkan diri, Taiwan mengutip kekhawatiran keamanan dan ingin mengirim petugas untuk mengawalnya, usulan yang ditolak Hong Kong.

Demonstrasi menentang RUU ekstradisi di Hong Kong. (Reuters)

RUU yang diusulkan Beijing akan memungkinkan Hong Kong mengekstradisi tersangka kriminal ke tempat-tempat yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengannya, termasuk China daratan, Taiwan dan Makau.

Para pengkritik RUU yang direncanakan itu khawatir bahwa ekstradisi ke daratan China dapat membuat orang ditahan secara sewenang-wenang dan diadili secara tidak adil. RUU kontroversial itu diharapkan secara resmi ditarik pada Rabu di bacaan kedua di parlemen.

Setelah RUU tersebut memicu protes di seluruh kota, pada Juli pemerintah Hong Kong mengumumkan bahwa mereka akan menunda RUU tersebut. Penarikan resmi hanya dapat terjadi setelah parlemen dilanjutkan pada Oktober.

BACA JUGA: Pemerintah Hong Kong Menangguhkan RUU Ekstradisi yang Kontroversial

Pekan lalu, proses parlemen terganggu ketika anggota parlemen oposisi mengecam Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam.

Meskipun protes di Hong Kong dimulai karena RUU ekstradisi, demonstrasi telah melebar untuk menyerukan demokrasi penuh dan lebih sedikit gangguan dari Beijing.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini