Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Akademisi Uighur yang Dipenjara China Menangkan Penghargaan HAM dari Parlemen Eropa

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 25 Oktober 2019 |09:08 WIB
Akademisi Uighur yang Dipenjara China Menangkan Penghargaan HAM dari Parlemen Eropa
Ilham Tohti. (Foto/Martin Ennal Awards)
A
A
A

STRASBOURG - Akademisi yang dipenjara oleh China telah dianugerahi Penghargaan Sakharov Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Parlemen Eropa.

Ilham Tohti, yang berasal dari minoritas Uighur, sering mengkritik perlakuan China terhadap rakyat Uighur. Dia dipenjara seumur hidup pada 2014.

Lebih dari satu juta warga Uighur dan etnis minoritas lainnya dilaporkan ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang di China.

Meskipun masih di penjara, Tohti yang berusia 49, berhasil menarik perhatian dunia atas ketegangan etnis di Xinjiang.

Sebuah upacara pemberian penghargaan Sakharov tanpa kehadiran Tohti akan diadakan di Strasbourg, Prancis pada bulan Desember.

Foto/Reuters

China menuduh Tohti melakukan separatisme dan memicu ketegangan etnis. Tohti yang merupakan sarjana ekonomi memicu mendapat dukungan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia, PBB, Uni Eropa dan AS menyerukan China membekaskannya.

Baca juga: Veronica Koman Dapat Penghargaan Hak Asasi Manusia di Australia

Baca juga: Mencari Kebenaran di Kamp 'Reedukasi' Muslim Uighur di China

Parlemen Uni Eropa mengatakan Tohti pantas menerima Penghargaan Sakharov atas upayanya untuk "mendorong dialog" antara orang-orang China dan Uighur.

"Parlemen menyerukan pihak berwenang China untuk segera membebaskannya," kata Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli, mengutip BBC, Kamis (24/10/2019).

Penghargaan Sakharov untuk kebebasan berbicara diberikan oleh Parlemen Uni Eropa setiap tahun untuk mengenang fisikawan Soviet aktivis HAM, pemenang nnobel perdamaian, Andrei Sakharov.

Foto/BBC

Nominasi lain untuk hadiah 2019 termasuk politisi oposisi Rusia Alexei Navalny, aktivis hak-hak gay Brasil terkemuka Jean Wyllys dan Restorers, sekelompok pengembang aplikasi siswa dari Kenya.

Pemenang penghargaan sebelumnya adalah siswi dan juru kampanye Pakistan Malala Yousafzai (2013), pembangkang Kuba Guillermo Farinas (2010) dan dua wanita Yazidi yang melarikan diri dari Negara Islam (2016).

Siapakah Ilham Tohti?

Lahir di kota Artush di Xinjiang, Tohti adalah seorang sarjana ekonomi yang dikenal karena penelitiannya tentang hubungan antara Uighur dan etnis Han China.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement