nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raja Thailand Pecat Pejabat Istana Karena "Perzinahan", "Perbuatan Jahat", dan Performa Buruk

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 10:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 18 2123482 raja-thailand-pecat-pejabat-istana-karena-perzinahan-perbuatan-jahat-dan-performa-buruk-IY9b2a9gOm.jpg Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Hanya berselang beberapa hari setelah melakukan pemecatan terhadap permaisuri dan sejumlah pejabat istana, Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn kembali memecat empat pejabat lainnya. Pemecatan itu diumumkan melalui dua pengumuman yang dirilis pada Selasa.

Dalam satu pengumuman, dua pejabat istana, yang diidentifikasi sebagai penjaga kamar tidur, dipecat karena "perbuatan jahat yang sangat jahat" dan "perzinahan", yang dikatakan sebagai pelanggaran terhadap kode etik para anggota istana. Sedangkan dalam dokumen lain, dua perwira militer dipecat karena "lengah" dalam tugas mereka sebagai penjaga istana dan "berperilaku tidak pantas atas pangkat dan jabatan mereka".

BACA JUGA: Raja Thailand Pecat 6 Pejabat Istana karena Perilaku Sangat Jahat

Pengumuman itu juga menyebutkan bahwa keempat pejabat tersebut, semuanya kehilangan pangkat dan gelar mereka. Demikian diwartakan Reuters, Rabu (30/10/2019).

Keempat pemecatan pada Selasa mengikuti pemecatan enam pejabat istana pekan lalu, yang dituduh melakukan pelanggaran disiplin yang parah yang menyebabkan kerusakan pada layanan kerajaan.

Sejak naik takhta setelah kematian ayahnya yang dihormati pada 2016, Raja Vajiralongkorn telah terbukti menjadi raja konstitusional yang tegas, mengambil lebih banyak kontrol langsung atas urusan kerajaan dan kekayaan mahkota yang besar, dan mentransfer dua unit militer dari tentara ke kendali pribadinya.

BACA JUGA: Raja Thailand Cabut Semua Gelar dan Pangkat Permaisurinya

Pekan lalu, Raja juga mencabut gelar dan pangkat Permaisuri Sineenat Wongvajirapakdi dalam sebuah pengumuman yang luar biasa, hanya beberapa bulan setelah memberinya gelar sebagai Royal Consort atau permaisuri.

Dia dituduh "tidak loyal" dan melakukan persaingan dengan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, yang menikah dengan Raja Vajiralongkorn pada Mei hanya beberapa hari sebelum penobatannya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini