KENDARI - Warga Kampung Salo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat bangga dengan terpilihnya Komjen Pol Idham Azis sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Pol Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Keputusan tersebut diambil secara aklamasi atau mendapat persetujuan dari sembilan fraksi yang ada di Komisi III DPR, Rabu, 30 Oktober 2019. Salah seorang yang sangat bangga dengan sosok Idham Azis ialah Fatimah, guru agama SDN 8 Kendari. Ia mengaku tidak menyangka ada anak didiknya yang menjadi calon Kapolri.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan terharu. Saya tadi lihat di televisi Pak Idham Azis terpilih jadi calon Kapolri,” katanya ditemui di sela kesibukannya mengajar, seperti dikutip dari iNews.id.
Menurutnya, sosok Idham Azis merupakan pribadi santun dan ramah, serta patuh pada guru. Sewaktu mengenyam pendidikan di SD 8 Kendari, Idham juga dikenal murid cerdas dan berprestasi, serta selalu ranking pertama. “Ya, Pak Idham itu cerdas orangnya. Ranking terus dia,” ucap Fatimah.
Ia pun mendoakan agar Idham Aziz selalu sehat dan bisa menjalankan amanah dengan baik. “Selalu ingat Allah dan tetap menjadi seorang yang selalu rendah hati. Semoga sehat menjalankan tugasnya dengan baik. Ingat kepada Allah dan orangtuanya. Jangan lupa ingat Kampung Salo juga,” tuturnya.
Untuk diketahui, Idham Azis lahir dan dibesarkan di Kampung Salo. Kampung itu berada di pinggiran kota yang merupakan perkampungan padat penduduk.
Di kampung itulah, Idham Azis yang biasa dipanggil Om Calli menghabiskan waktu masa kicilnya bersama keluarga dan teman-temanya.
Idham Azis merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Haji Abdul Azis (almarhum) dan Hajjah (Hj) Tuti Perriwi. Sejak kecil, Idham dikenal berkepribadian baik. Kabareskrim Polri yang dikenal taat beribadah itu juga telah membangun masjid untuk warga sekitar.