Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag Wacanakan Larangan Penggunaan Cadar, Ini Kata Menpan-RB

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 31 Oktober 2019 |14:49 WIB
Menag Wacanakan Larangan Penggunaan Cadar, Ini Kata Menpan-RB
Menpan-RB Tjahjo Kumolo. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo, menghormati pihak lain yang mewacanakan pelarangan penggunaan niqab atau cadar di instansi pemerintahan. Wacana ini diembuskan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

"Ya sementara sih masih, yang saya tahu masing-masing instansi punya aturan," kata Tjahjo usai rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Tjahjo berujar, selama ini tidak ada keluhan yang masuk kepada dirinya perihal penggunaan cadar. Namun, khusus untuk aparatur sipil negara (ASN) wajib mengikuti aturan yang berlaku.

"Ya selama ini kalau keluhan enggak ada sih. Memang ada yang enggak bisa saya sebut ya, ya Anda kalau mau ikut Diklat ini ya harus berpakaian sesuai aturan. Itu aja.

Masalah jilbab hijab juga, ada yang harus ditutup depannya ada yang tidak," tuturnya.

Menag Fachrul Razi. (Foto : Okezone.com)

Tjahjo menyatakan pihaknya menunggu apabila diajak ikut mengkaji aturan tersebut atau tidak.

"Kami menunggu aja. Karena masing-masing instansi punya kewenangan masing-masing untuk mengatur sesuai dengan keindonesiaan yang ada," katanya.


Baca Juga : Menteri Agama: Cadar Bukan Ukuran Ketakwaan Seseorang

Sebelumnya, tersiar kabar Menag Fachrul Razi akan melarang penggunaan niqab atau cadar untuk masuk ke dalam instansi pemerintah. Rencana larangan itu demi alasan keamanan usai tragedi penikaman eks Menko Polhukam Wiranto. Namun demikian, pelarangan penggunaan penutup wajah tersebut masih dalam kajian. (erh)


Baca Juga : Menag Wacanakan Larang Cadar di Instansi Pemerintah, PKS: Itu Ruang Privat!

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement