Digeledah KPK Terkait Suap Walkot Medan, Rumah Politikus Golkar Tampak Sepi

Kamis 31 Oktober 2019 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 608 2124086 digeledah-kpk-terkait-suap-walkot-medan-rumah-politikus-golkar-tampak-sepi-AEsekV9QEF.jpg Situasi Rumah Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, Ahmad Himawan Buchori di Jalan DI Panjaitan No 142, Medan (foto: iNews/Stepanus Purba)

MEDAN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Akbar Himawan Buchori, terkait kasus suap yang menjerat Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Rumah Ahmad Himawan Buchori yang berada di Jalan DI Panjaitan no 142 tampak tertutup rapat. Tidak terlihat adanya aktifitas di dalam rumah berlantai dua tersebut.

Baca Juga: Periksa 6 Saksi, KPK Selisik Sumber Uang Pelesiran Wali Kota Medan

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK 

Satpam Rumah Sakit Ginjal Rasyadi yang letaknya tepat di samping rumah lokasi mengungkapkan rumah tersebut didatangi sejumlah orang sekitar jam 08.00 WIB.

"Ada beberapa orang yang datang mengendarai mobil Fortuner dan Innova," kata satpam yang enggan menyebutkan namanya tersebut kepada iNews, Kamis (31/10/2019).

Dia menambahkan, rombongan tersebut pergi dari rumah tersebut sekira pukul 11.00 WIB. Namun, dia tidak melihat apa yang dibawa orang-orang tersebut.

"Jam 11 mereka pergi. Enggak kelihatan mereka bawa apa. Mobilnya di-standby-kan terus soalnya," katanya.

Saat mencoba mengetuk pintu gerbang rumah tersebut, tampak tidak ada orang yang keluar. Dilihat dari luar gerbang, pintu depan rumah masih terbuka.

Sementara, juru bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, membenarkan jika pihaknya melakukan penggeledahan di rumah Akbar Himawan Buchori yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan Nomor 142, Medan.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, sebagai tersangka suap terkait dengan proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019. KPK menduga Eldin telah menerima uang suap terkait proyek tersebut.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK

Baca Juga: KPK Sita Dokumen Terkait Suap Walkot Medan Usai Geledah 2 Rumah Saksi

Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI) sebagai penerima. Sedangkan, tersangka yang diduga sebagai pemberi suap adalah Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari (IAN).

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu 16 Oktober 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini