nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ayah Tiri Aniaya Balita karena BAB Sembarangan, Injak Korban hingga Tewas

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 15:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 01 519 2124612 ayah-tiri-aniaya-balita-karena-bab-sembarangan-injak-korban-hingga-tewas-MopBPXI3Qu.jpg Ery Age Anwar ditetapkan sebagai tersangka penganiaya anak tirinya hingga tewas. (Foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG - Kematian balita berinisial AG cukup tragis, lantaran dianiaya oleh ayah tirinya bernama Ery Age Anwar (36) yang kesal pada korban yang buang air besar sembarangan.

"Saya kesal dia sering buang air besar dan buang air kecil sembarangan," keluh Ery saat diamankan di Mapolres Malang Kota pada Jumat (1/11/2019).

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander menjelaskan, pelaku awalnya menyebut AG meninggal dunia lantaran tenggelam di bak mandi rumah kontrakannya. Namun setelah diautopsi dan olah tempat kejadian perkara, Ery langsung mengakui telah menganiaya korban.

"Hasil autopsi kemarin memang ada pendarahan di bagian dalam perut pada usus besar, terjadi robekan dan pendarahan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Dony Alexander.

Menurut Dony, pelaku saat itu kesal lantaran AG buang air besar sembarangan, sehingga pelaku dibawa ke kamar mandi dan diguyur air beberapa kali hingga terjatuh.

"Saat terjatuh spontan tersangka menginjak punggung belakang korban, karena posisi jatuh tengkurap menginjak dua kali dengan keras dan akhirnya korban kesakitan membalikkan badan. Oleh tersangka diinjak lagi sekali di tengah perut," terang Dony menirukan pengakuan pelaku.

(Foto: Avirista/Okezone)

Usai diinjak, AG mengalami sesak napas dan kejang-kejang yang membuat Ery panik sehingga ia mencoba mengoleskan minyak telon ke sekujur tubuh anak angkatnya ini. Bukannya membaik, AG justru semakin menggigil dan sesak napas. Ery yang panik akhirnya memanaskan kaki korban ke kompor hingga melepuh di bagian telapak kakinya.

Karena tak juga sadar, Ery mencoba membalikkan posisi korban dengan mengangkat kedua kaki dan meletakkan kepalanya di bawah.

"Namun usahanya gagal akhirnya, tersangka membawa korban ke rumah sakit. Di sana dilakukan sejumlah kegiatan medis. Namun tidak tertolong, lalu oleh dia dibawa pulang ke rumah ibunya di Tajinan," beber Dony kembali.

Kejanggalan pun menyeruak di pihak keluarga Hermin Susanti, ibu kandung AG, sehingga proses pemakaman jenazah ditunda. Keluarga memilih melaporkan kejadian ini ke Polsek Tajinan, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Malang Kota.

"Sesuai laporan yang kita terima kemarin kita sudah melakukan autopsi dan memintai keterangan awal dari keluarga korban," imbuhnya.

Akibat perbuatannya, Ery kini harus mendekam di penjara dan dijerat Pasal 80 UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15-20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini