Geng Penebang Liar Sergap dan Bunuh "Penjaga Hutan" Amazon Brasil

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 03 November 2019 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 03 18 2125178 geng-penebang-liar-sergap-dan-bunuh-penjaga-tanah-adat-di-amazon-brasil-aDs4tjWvqw.jpg Paulo Paulino Guajajara. (Foto: Reuters)

SAO LUIS - Seorang pemuda pembela tanah adat telah tewas ditembak, sementara seorang lainnya terluka dalam serangan oleh pembalak liar di Amazon, Brasil. Paulo Paulino Guajajara dilaporkan diserang dan ditembak di kepala saat berburu hari Jumat di dalam reservasi Arariboia di Negara Bagian Maranhao.

Paulo adalah anggota dari Guardian of the Forest, sebuah kelompok yang dibentuk untuk memerangi geng-geng penebangan liar di daerah tersebut. Pembunuhan itu meningkatkan kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan terhadap pelindung hutan Amazon.

Pihak berwenang mengatakan dia ditembak di kepala saat penyergapan oleh penebang liar yang telah menyerbu reservasi. Pria pribumi lainnya, Tainaky Tenetehar, terluka dalam serangan itu. Polisi Brazil mengatakan salah satu penebang liar juga tewas dalam baku tembak berikutnya.

Menteri Kehakiman Brasil Sérgio Moro mengatakan polisi federal sedang menyelidiki insiden itu.

"Kami tidak akan membiarkan upaya untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan serius ini ke pengadilan," katanya melalui Twitter sebagaimana dilansir BBC, Minggu (3/11/2010).

Paulo, seorang pembela tanah adat yang berusia akhir dua puluhan dan memiliki seorang putra, adalah seorang pemimpin Guajajara, salah satu kelompok masyarakat adat terbesar di Brasil dengan sekira 20.000 anggota. Pada 2012, mereka membentuk Guardian of the Forest untuk melindungi Wilayah Adat Arariboia.

Kelompok nirlaba Survival International, yang mengadvokasi komunitas terpencil di Amazon, mengatakan sedikitnya tiga anggota Guardian sebelumnya telah terbunuh, bersama dengan banyak kerabat mereka. Pada September, seorang pejabat yang telah bekerja untuk melindungi masyarakat adat dibunuh di Kota Tabatinga.

Foto: Reuters.

Presiden populis Brasil Jair Bolsonaro telah menuai kritik pedas dan internasional karena gagal melindungi wilayah Guardian di wilayah Amazon timur. Dia sering menyatakan dukungan untuk petani dan penebang yang bekerja di daerah tersebut, sambil mengkritik aktivis lingkungan dan memangkas anggaran badan lingkungan Brasil.

Organisasi pan-pribumi Brasil APIB mengatakan tubuh Paulo Paulino Guajajara masih terbaring di hutan tempat dia ditembak mati.

APIB, yang mewakili banyak dari 900.000 penduduk asli Brasil, mengatakan pemerintah Bolsonaro memiliki pertanyaan serius untuk dijawab.

"Pemerintahan Bolsonaro memiliki darah suku asli di tangannya," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

"Meningkatnya kekerasan di wilayah adat adalah akibat langsung dari pidato kebenciannya dan langkah-langkah yang diambil terhadap rakyat kita."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini