Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dinilai Tak Layak, JPO Sudirman Seharusnya Dibongkar Bukan Dicopot Atapnya

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Kamis, 07 November 2019 |16:16 WIB
Dinilai Tak Layak, JPO Sudirman Seharusnya Dibongkar Bukan Dicopot Atapnya
JPO tidak beratap di Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)
A
A
A

JAKARTA – Koaliasi Pejalan Kaki meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sudirman, Jakarta Pusat, yang baru-baru ini atapnya dicopot.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus. Ia mengatakan kalau jauh sebelum atap dilepas, JPO itu memang sudah tak pantas digunakan dan tak layak lagi untuk pejalan kaki.

"Nah kalau melihat JPO yang atapnya dibuka padahal rekomendasi kami sebenarnya bukan atapnya dibuka, tapi JPO-nya dirobohin, karena JPO-nya sudah tidak layak itu untuk accessbility-nya," ucap Alfred saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).

Setelah atapnya dicopot, Alfred mengatakan pihaknya semakin tidak terima, apalagi dengan alasan agar masyarakat bisa berfoto-foto dari atas JPO. Menurutnya, hal itu hanya menambah penderitaan baru bagi masyarakat yang melintas.

Kontroversi JPO Sudirman yang Tak Beratap

"Jadi, kalau mempertahankan, kalau hanya lihat bahwa terbuka view itu sebenarnya menambah siksaan baru bagi pejalan kaki padahal kan ini sudah tidak akses," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memutuskan untuk mencopot atap dari JPO tersebut dan warga yang melintas di jembatan itu langsung bisa terpapar sinar matahari ataupun kehujanan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement