nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jualan Sabu di Sekolah, Penjaga SMPN 5 Tebingtinggi Ditangkap BNN

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 11 November 2019 18:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 11 608 2128489 jualan-sabu-di-sekolah-penjaga-smpn-5-tebingtinggi-ditangkap-bnn-PeJynpxMVQ.jpg (Foto: Okezone.com/Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang penjaga sekolah SMP Negeri 5 Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Penjaga sekolah bernama Mahrizal (47) itu ditangkap karena diduga menyimpan dan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Saat ditangkap, Mahrizal sedang tertidur pulas di kamarnya. Ia tak bisa berkutik ketika petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 5 bungkus plastik klip bening yang berisikan serbuk kristal diduga sabu seberat 0,70 gram, serta 1 buah alat isap sabu.

Mahrizal pun akhirnya mengaku jika narkoba itu miliknya. Tak hanya dikonsumsi sendiri, namun ia juga ia mengedarkan barang haram tersebut.

“Bukan ke siswa (mengedarkannya). Tapi tiap malam ada orang yang datang membeli ke sekolah tersebut,” sebut Kepala BNNK Tebingtinggi, AKBP Faduhusi Zendrato, Senin (11/11/2019).

Penangkapan Mahrizal berawal dari patroli yang dilakukan kepala sekolah SMP Negeri 5 di areal sekitar sekolah. Saat berpatroli, di dekat kamar Mahrizal, sang kepala sekolah menemukan bungkusan plastik yang didalamnya terdapat plastik klip berisi serbuk putih diduga sabu. Bungkusan plastik itu tergantung di jendela kamar Mahrizal.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Penemuan itu kemudian dilaporkan sang kepala sekolah ke Kantor BNN Kota Tebingtingi. Petugas pun kemudian datang memeriksa laporan tersebut. Setelah diperiksa, Petugas BNN kemudian menggeledah kamar Mahrizal dan menemukan 5 bungkus sabu.

Pelaku maupun barang bukti narkoba yang berhasil ditemukan sudah diamankan di Kantor BNN Kota Tebingtinggi. BNN saat ini tengah melakukan pengembangan untuk mengejar pemasok barang haram itu kepada pelaku.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) pada Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini