Lantaran itu, dia bingung, karena di satu sisi pihaknya terus didesak pimpinan dewan terkait uang tersebut. Di sisi lain, pengesahan RAPBD itu, juga sangat penting baginya sebagai gubernur dalam melaksanakan janji politik, yakni lewat program pembangunan setiap kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
“Saya sebagai gubernur ada janji politik kepada masyarakat Jambi. Jadi setiap program yang akan dilaksanakan setiap tahun, itu harus ada. Makanya saya bingung,” imbuhnya.
Karena itu, ia bingung, padahal pada dasarnya pihaknya tidak setuju dengan uang ketok palu tersebut. Untuk mengantisipasi desakan mereka, Zola akhirnya membatasi komunikasi dengan anggota dewan.
“Pada dasarnya kami tidak setuju dengan ini semua (ketok palu), tapi mau bagaimana lagi. Makanya saya membatasi komunikasi dengan anggota dewan, sengaja saya enggak angkat telepon," tukasnya.
Dia menambahkan, bahwa uang tersebut tidak ada. "Saya maunya ketemu langsung dengan dengan pimpinan dewan untuk berbicara langsung persoalan ini. Karena memang uangnya tidak ada,” tandas Zola.
(Edi Hidayat)