nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh Kontraktor

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 22:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 525 2129010 sebelum-menembak-anak-bupati-majalengka-ancam-bunuh-kontraktor-Jyh6VkZHls.jpg Panji Pamungkasan saat gelar konferensi pers di Bandung (Foto: Okezone/CDB)

BANDUNG - Panji Pamungkasan harus mengalami luka tembak setelah dirinya ditembak Anak Kedua Bupati Majalengka Irfan Nur Alam.

Penembakan yang dilakukan anak kedua Bupati Majalengka itu, terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (10/11/2019) malam.

Bahkan Panji mengakui sebelum terjadi penembakan ia mendapat tindakan intimidasi dan ancaman. Pegawai yang turut bersama menemani Panji sempat mendengar ada dua kali letusan senjata api.

Baca Juga: Penembak Kontraktor di Majalengka Ternyata Anak Bupati

"Saya waktu kejadian itu lagi tertidur di mobil. Tiba-tiba saya dihampiri orang-orang dari pak Irfan, yang langsung memaksa saya keluar dari mobil," kata Panji saat ditemui di Bandung, Selasa (12/11/2019).

Setelah keluar dari mobil, lanjut Panji, ia di bawa ke dalam ruko. Sesaat sebelum memasuki ruko tersebut, dirinya langsung dihampiri Irfan sambil menenteng senjata api di tangan kanannya.

"Dia bilang waktu itu kamu di sini bikin masalah bikin rusuh terus. Mau saya bunuh kamu," katanya.

Ilustrasi

Kemudian Panji pun mencoba mengelak todongan senjata api, yang mengarah ke kepalanya. Namun letusan senjata yang di bawa Irfan kembali terdengar dan mengenai tangan kiri Panji. Dari situ peluru yang dilontarkan dari pistol Irfan mengenai rekannya Irfan ke pahanya.

Panji pun langsung di bawa ke dalam ruko dalam keadaan terluka. Di dalamnya Irfan memberikan uang senilai 500 juta kepada Panji.

"Uangnya itu diberikan sambil diinjak-injak dan ada omongan kasar," ucapnya.

Saat Panji berada di dalam ruko, pegawai Panji yang berjumlah 12 orang itu, mendapat perlakukan penganiayaan dari kelompok Irfan. Tiga pegawai Panji pun turut menjadi korban. Mereka menderita sejumlah luka lebam.

Usai uang diberikan, Panji meninggalkan lokasi untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Setelah itu, Panji pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini