nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Bangkai Babi yang Cemari Danau Siombak Mulai Dibersihkan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 07:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 12 608 2128660 ratusan-bangkai-babi-yang-cemari-danau-siombak-mulai-dibersihkan-X2cv1NJNJ0.jpg Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Bersama BPBD Kota Medan Bersihkan Ratusan Bangkai Babi di Danau Siombak (foto: BPBD Kota Medan)

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, mulai membersihkan Danau Siombak, di Kecamatan Medan Marela, Kota Medan, dari limbah bangkai babi yang mengambang di permukaaan danau tersebut sejak akhir pekan lalu.

Ratusan bangkai babi itu tiba di Danau Siombak setelah terseret arus Sungai Bederah yang bermuara ke danau tersebut. Namun hingga kini belum bisa dipastikan dari mana bangkai-bangkai babi yang diduga mati akibat kolera itu berasal.

Baca Juga: Perkara Babi di Sumut: Ternak Ilegal hingga Pencemaran Lingkungan 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama BPBD Kota Medan Bersihkan Danau Siombak (foto: BPBD Kota Medan)

Upaya pembersihan dilakukan dengan menarik bangkai-bangkai babi yang berserakan di permukaan danau, ke satu titik pengumpulan. Petugas menarik bangkai-bangkai babi itu dengan kait besi yang ditarik dengan menggunakan perahu karet.

“Hingga siang tadi setidaknya sudah 106 ekor babi yang kita tarik ke titik pengumpulan ini,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap, Senin 11 November 2019.

Azhar mengaku, setelah dikumpulkan di satu titik, bangkai babi ini kemudian akan dikuburkan di pulau kecil yang ada di Danau Siombak. Penguburan dilakukan untuk mengantisipasi dampak pencemaran lingkungan dari bangkai-bangkai tersebut.

“Ini petugas masih bekerja menarik bangkai-bangkai tersebut. Alat berat juga sudah kita turunkan untuk membantuk proses evakuasi dan penguburan bangkai babi tersebut,”tandasnya.

Baca Juga: Puluhan Babi Mati Terserang Virus Kolera, Warga Was-Was 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama BPBD Kota Medan Bersihkan Danau Siombak (foto: BPBD Kota Medan)

Dia menambahkan, berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, saat ini sudah terdapat 5.800 ekor babi di Sumatera Utara yang mati akibat serangan virus Hog Cholera atau kolera babi.

Data itu didapat dari laporan pemerintah di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terserang virus Kolera Babi. Yaitu Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini