nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Jaga Persatuan, PWNU Jatim Perbolehkan Salam Lintas Agama

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 08:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 13 519 2129141 demi-jaga-persatuan-pwnu-jatim-perbolehkan-salam-lintas-agama-CAZ8EwkjEu.jpg PWNU Jatim nyatakan sikap terkait polemik salam lintas agama. (Foto : Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA – Akhir-akhir ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mengimbau kepada pejabat muslim untuk tidak mengucapkan salam lintas agama yang sering dilakukan ketika acara resmi. Rupanya imbauan MUI tersebut dikaji oleh PWNU Jatim.

Hasil kajian terkait salam lintas agama, PWNU Jatim tidak melarang dan tidak menyuruh pengucapan salam lintas agama. Pejabat muslim dianjurkan untuk mengucapkan salam dalam agama Islam atau diikuti salam nasional. Pejabat muslim juga boleh mengucapkan salam lintas agama dalam kondisi tertentu.

Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif, menyatakan pejabat muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan kalimat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh atau diikuti dengan ucapan salam nasional. Seperti selamat pagi, salam sejahtera.

"Namun demikian dalam kondisi dan situasi tertentu demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan, pejabat muslim juga diperbolehkan menambahkan salam lintas agama," kata KH Syafruddin di kantor PWNU Jatim, Selasa (12/11/2019).

PWNU Jatim. (Foto : Okezone.com/Syaiful Islam)

Menurutnya, pendapat ini mempunyai referensi yang cukup panjang dan banyak sekali, antara lain seperti kitab Bariqotul Mahmudiyyah. Jadi di dalam penjelasan karena kemaslahatan, itu diperbolehkan salam pada orang kafir ketika dibutuhkan.

"Jadi referensinya ditulis di sini supaya kita semua tahu bahwa pembahasan ini tidak hanya memakai akal pikiran, tetapi dengan pendapat-pendapat para ulama terdahulu. Jadi itulah jawaban dari PWNU Jatim mudah-mudahan bisa menyelesaikan polemik nasional yang ada bahwa bagi pejabat hendaknya tetap mengucapkan salam. Kalau dia muslim Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh atau selamat pagi atau hal-hal yang menjadi salam nasional. Hanya kalau diperlukan untuk menjaga kedamaian kerukunan maka diperbolehkan untuk memakai salam daripada agama-agama, lintas agama," tuturnya.


Baca Juga : Wamenag Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan soal Salam Lintas Agama

Ia menambahkan, pihaknya tidak meng-counter atau sejenisnya dari pendapat MUI Jatim. Tetapi karena ini sudah menjadi polemik masyarakat, PWNU Jatim mengadakan kajian secara fiqih. Jadi kalau ada maslahat, kemudian ada hajat untuk mengucapkan salam lintas agama bagi PWNU Jatim tidak ada masalah.

"Tidak melarang dan tidak menyuruh. Hanya, kalau tidak ada hal yang diperlukan sebaiknya tidak usah salam lintas agama. Tapi kalau ada maslahat, ya silakan. Kami tidak dalam mengcounter MUI atau sebagainya," tuturnya.


Baca Juga : Ini Tanggapan PBNU soal Imbauan MUI Larang Ucapkan Salam Lintas Agama

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini