nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih dari 400 Demonstran Hong Kong Ditangkap Saat Kabur dari Kampus yang Dikepung

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 14:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 18 2131738 lebih-dari-400-demonstran-hong-kong-ditangkap-saat-kabur-dari-kampus-yang-dikepung-ar0SeCdvFb.jpg Bentrokan antara polisi dan demonstran di kampus PolyU pada akhir pekan lalu. (Foto: Reuters)

HONG KONG - Lebih dari 400 orang telah ditangkap saat berusaha melarikan diri dari Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) yang dikepung oleh polisi sejak Minggu malam. Sedangkan ratusan mahasiswa masih berada di dalam kampus setelah polisi menutup semua pintu keluar menyusul bentrokan hebat akhir pekan lalu.

South China Morning Post dengan mengutip seorang sumber kepolisian melaporkan bahwa beberapa orang yang ditangkap telah dibawa dengan ambulans ke rumah sakit.

BACA JUGA: Dikepung Polisi Hong Kong, Demonstran Pro-Demokrasi Menolak Menyerah

Para wartawan di tempat kejadian berbagi pada video media sosial dan foto-foto upaya pelarian berani oleh beberapa demonstran mahasiswa, yang meluncur turun dengan tali yang tergantung di jembatan jalan setinggi sedikitnya 18 meter, dan dijemput oleh para pendukung dengan moped. Sputnik melaporkan bahwa aksi pelarian itu tidak terdeteksi selama lebih dari 40 menit, sebelum polisi mulai menangkap mereka yang tertinggal.

Dalam jumpa pers pada Senin, Sekretaris Keamanan Hong Kong, John Lee, mengatakan bahwa semua orang yang terperangkap di dalam kampus PolyU akan ditangkap karena ikut serta dalam kerusuhan tersebut. Dia juga meminta mereka untuk meninggalkan universitas dengan damai dan mengikuti instruksi polisi.

BACA JUGA: Kampus Hong Kong Terbakar Setelah Berubah Jadi Medan Pertempuran Polisi dan Demonstran

Demonstrasi besar-besaran dimulai di Hong Kong pada awal Juni untuk memprotes RUU ekstradisi yang kontroversial, yang secara resmi ditarik pada Oktober. Namun, demonstrasi kemudian berubah setelah para demonstran memperluas tuntutan mereka untuk menambahkan penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi dan kebebasan sipil yang lebih besar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini