nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Tersangka, Mengapa Polisi Tak Kunjung Tunjukkan Wajah Anak Bupati Majalengka?

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 12:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 19 525 2131657 sudah-tersangka-mengapa-polisi-tak-kunjung-tunjukkan-wajah-anak-bupati-majalengka-y1aIzpcbCI.jpg Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono (Foto: Okezone/Fathnur)

MAJALENGKA - Pihak kepolisian telah resmi menahan Irfan Nur Alam anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi di rumah tahanan (rutan) Mapolres Majalengka, Jawa Barat pada Sabtu, 16 November 2019. Irfan sendiri menjadi tersangka kasus penembakan seorang kontraktor bernama Panji Pamukasandi.

Dalam gelar perkara kasus penembakan tersebut, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menjelaskan, Irfan secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 170 Jo Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Disampaikan Mariyono, Irfan ditahan setelah menjalani pemeriksaan panjang pada Jumat sore, 15 November 2019 hingga Sabtu dini hari, 16 November 2019. Akan tetapi selama proses pemeriksaan tersebut, sosok Irfan tidak pernah terlihat. Sejumlah wartawan yang saat itu berada di Mapolres Majalengka merasa cukup kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Irfan.

Baca Juga: Resmi Ditahan, Anak Bupati Majalengka Terancam 20 Tahun Penjara

Pada proses pemeriksaan yang dilakukan di salah satu ruangan Satreskrim Polres Majalengka itu, hanya kuasa hukum Irfan saja yang terlihat. Bahkan hingga proses pemeriksaan itu selesai, sejumlah wartawan yang sudah lama menunggu pun tidak menjumpai sosok Irfan.

Ketika pihak Polres Majalengka mengadakan gelar perkara kasus penembakan tersebut, sosok Irfan tidak dihadirkan. Saat disinggung mengenai hal itu, Mariyono mengaku kondisi Irfan sedang kurang enak badan. "Yang berasangkutan (Irfan) menyampaikan sedang kurang enak badan," kata Mariyono kepada wartawan, Sabtu 16 November 2019.

Mariyono sendiri menyebut, Irfan sudah ditahan di rutan Mapolres Majalengka, setelah Irfan menjalani pemeriksaan dengan dicecar 26 pertanyaan oleh penyidik. "Dari tadi sore kita laksanakan kegiatan pemeriksaan. Dan pada pukul 00.10 menit tersangka resmi kami tahan di rutan Mapolres Majalengka," ujarnya.

Disampaikan Mariyono, pihaknya telah melakukan sejumlah tahapan sebelum Irfan resmi ditahan. Pada 11 November 2019, pihaknya menerima laporan terkait kasus tersebut dari Panji. Kemudian, pada tanggal 12 November 2019, laporan itu akhirnya dinaikan menjadi proses penyidikan.

Setelah melakukan olah TKP pihaknya lalu menetapkan Irfan sebagai tersangka pada tanggal 13 November 2019. Hingga pada tanggal 15 November, Irfan menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Majalengka. Irfan resmi ditahan pada 16 November 2019.

Sosok Irfan juga tidak terlihat saat pihak kuasa hukumnya melakukan konfrensi pers dengan sejumlah wartawan pada 14 November 2019, di salah satu rumah makan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ketika itu, pihak kuasa hukum Irfan membantah jika Irfan terlibat dalam utang proyek pembayaran SPBU.

Sementara itu, diwaktu yang berbeda Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, dirinya telah menjenguk anak keduanya yakni Irfan di rutan Mapolres Majalengka. Ia memastikan, jika Irfan secara legowo menerima proses hukumnya.

"Dia sangat sabar dan legowo menerima kenyataan ini," ucap Karna.

Sekedar informasi, pada Minggu 11 November 2019, sekira pukul 23.30, Irfan Nur Alam anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi yang juga merupakan Pejabat Pemkab Majalengka, melakukan penembakan terhadap seorang kontraktor bernama Panji Pamukasandi. Kejadian tersebut terjadi di Ruko Hana Sakura, Jalan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Peristiwa itu diketahui berawal dari masalah utang pembayaran proyek pembangunan SPBU. Saat itu sebuah pistol berkaliber sembilan milimeter yang dibawa Irfan meletus dan mengenai telapak tangan kiri Panji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini