Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ryamizard Minta Semua Pihak Antisipasi Terorisme

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Senin, 25 November 2019 |14:05 WIB
Ryamizard Minta Semua Pihak Antisipasi Terorisme
Ryamizard Ryacudu. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)
A
A
A

JAKARTA – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku terorisme merupakan salah satu ancaman bagi bangsa Indonesia.

“Ancaman nyata itu teroris, bencana alam, pemberontakan, narkoba, masalah intelijen, masalah wabah penyakit. Itu berulang-ulang selama saya empat tahun (menjabat),” ujar Ryamizard dalam dialog kebangsaan bertema “Gelorakan Semangat Bela Begara dalam Menghadapi Ancaman Terorisme dan Liberalisme” di Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Ryamizard berujar, terorisme merupakan masalah yang terus berulang. Karena itu, ia meminta semua pihak terlibat untuk mengantisipasi terorisme.

“Kita lakukan adalah dengan semua ikut berpartisipsi,” ucapnya.

Menurut dia, tipikal teroris dalam melancarkan aksi saat ini berbeda-beda. Seperti bom di Surabaya tahun lalu, seorang ibu nekat membawa anaknya saat menjadi jihadis.

Dialog kebangsaan bertema “Gelorakan Semangat Bela Begara dalam Menghadapi Ancaman Terorisme dan Liberalisme” di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019). (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

Ryamizard pun heran dengan doktrin bahwa pelaku bom teror pria apabila berhasil menjalankan aksinya bakal mendapatkan 72 bidadari di surga.

“Pertanyaannya sama orang yang nyuruh itu, kalau tahunya saya masuk duluan surga. Ini nyuruh-nyuruh dia enggak mau masuk surga? Ini enggak masuk akal,” tuturnya.

Sementara, Kabag Pemantauan dan Analisa Ro Multimedia Divisi Humas Polri, Kombes Dirmanto mengakui apabila permasalahan terorisme dan radikalisme merupakan musuh bangsa dan bersama.

Jika merujuk pada data yang dimiliki Polri pada 2018, setidaknya 396 orang ditangkap lantaran terlibat dalam kasus terorisme. Dia berharap, pada tahun-tahun mendatang jumlah tersebut semakin berkurang.

“Sementara data petugas Polri yang meninggal ada 31 orang. Mudah-mudahan teror radikal di tahun berikut bisa kita tekan, semua sinergi bersama,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement