nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

13 Tentara Prancis Tewas Usai Dua Helikopter Tabrakan di Udara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 19:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 26 18 2134769 13-tentara-prancis-tewas-usai-dua-helikopter-tabrakan-di-udara-87zkT7BAza.jpg Helikopter militer Prancis di Mali. (Foto/Reuters)

BAMAKO - Tiga belas tentara Prancis tewas ketika dua helikopter bertabrakan selama operasi melawan jihadis di Mali, kata kantor presiden Prancis.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin 25 November 2019, itu adalah salah satu dari insiden terburuk bagi militer Prancis dalam beberapa dekade.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesedihan mendalam atas kecelakaan tersebut. Investigasi telah dimulai.

Pada 2013, Prancis mengerahkan ribuan pasukan ke Mali setelah gerilyawan Islam menguasai sebagian besar wilayah utara negara itu.

Baca juga: 24 Tentara Mali Tewas Diserang Gerilyawan

Baca juga: Serangan Militan di Pos Militer Mali Tewaskan 54 Orang, ISIS Klaim Bertanggungjawab

Tentara Mali sejak itu merebut kembali wilayah tersebut tetapi rasa tidak aman di sana terus berlanjut dan kekerasan telah menyebar ke negara-negara lain di wilayah itu.

Perancis sekarang memiliki 4.500 tentara yang dikerahkan untuk mendukung pasukan Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso dan Chad melawan militan Islam.

Helikopter serangan Harimau dan transportasi militer Cougar bertabrakan di udara pada ketika mereka mendukung pasukan darat yang melibatkan gerilyawan di dekat perbatasan Burkina Faso dan Niger.

Merkea yang tewas di antaranya putra senator Prancis Jean-Marie Bockel, kata politisi itu kepada kantor berita AFP.

"Ke-13 pahlawan ini hanya memiliki satu tujuan: untuk melindungi kita," cuit Presiden Prancis Macron. "Aku menundukkan kepalaku kepada orang-orang dan kawan-kawan mereka."

Prajurit Prancis lainnya, Brigjen Ronan Pointeau, tewas awal bulan ini setelah sebuah alat peledak meledak di dekat kendaraannya.

Secara total, 38 tentara Prancis telah terbunuh di Mali sejak negara itu pertama kali turun tangan.

Namun, kekerasan yang paling berat dihadapi oleh pasukan lokal dan warga sipil. Sebuah serangan terhadap pos militer utara bulan ini menewaskan 53 tentara Mali.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini